Britajambi.id – Semangat baru dunia usaha di Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjab Timur) mulai terlihat pasca pelantikan kepengurusan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Tanjab Timur periode 2026–2031.
Di bawah kepemimpinan Apif Firmansyah, Kadin tidak hanya menargetkan penguatan ekonomi daerah, tetapi juga membangun soliditas organisasi dengan merangkul tokoh-tokoh penting pengusaha muda di daerah tersebut.
Pelantikan yang berlangsung di Aula Rumah Dinas Bupati Tanjab Timur, pada Rabu (06/05/2026) lalu, menjadi momentum penting lahirnya kekuatan baru dunia usaha. Usai resmi dilantik sebagai Ketua Umum Kadin Tanjab Timur, Apif Firmansyah langsung memaparkan visi besar yang akan menjadi arah gerak organisasi lima tahun ke depan.
Dalam keterangannya, Apif menegaskan bahwa Kadin harus hadir sebagai motor penggerak ekonomi daerah yang mampu memberikan dampak nyata bagi pelaku usaha lokal, khususnya UMKM dan sektor usaha produktif lainnya.
Ia menyebut, terdapat tiga fokus utama yang akan menjadi prioritas kepemimpinannya, yakni penguatan advokasi bagi pelaku usaha, perluasan konektivitas pasar, serta pembangunan kolaborasi strategis antara pemerintah, dunia usaha, dan perguruan tinggi.
“Penguatan advokasi penting agar pelaku usaha lokal memiliki perlindungan dan ruang perjuangan yang jelas. Kemudian konektivitas pasar harus diperluas agar produk UMKM kita mampu menembus pasar nasional. Dan yang tidak kalah penting adalah membangun sinergi antara pemerintah daerah, dunia usaha, dan perguruan tinggi,” ujar Apif.
Tak hanya itu, Apif juga memastikan Kadin Tanjab Timur akan aktif memanfaatkan jaringan organisasi hingga tingkat provinsi dan nasional guna membuka peluang investasi dan akses pembiayaan bagi pengusaha daerah.
“Kami akan memanfaatkan jaringan Kadin, baik di tingkat provinsi maupun nasional, untuk membantu pelaku usaha mendapatkan akses pembiayaan dan peluang pasar. Selain itu, kami juga akan memastikan investor yang masuk benar-benar memberikan dampak positif bagi daerah,” tegasnya.
Namun yang paling menyita perhatian dalam pelantikan tersebut adalah bergabungnya tiga tokoh senior Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Tanjab Timur ke dalam barisan Kadin. Mereka adalah Abdul Gapur, Ketua Umum HIPMI periode 2018–2021, Muhammad Nasir, Ketua Umum HIPMI periode 2021–2024, serta Firdaus Sudirman yang sebelumnya menjabat Sekretaris Umum HIPMI periode 2021–2024.
Kehadiran tiga figur senior HIPMI itu dinilai menjadi sinyal kuat bahwa Kadin Tanjab Timur tengah membangun konsolidasi besar dunia usaha daerah.
Apif menyebut, bergabungnya para senior HIPMI akan memperkuat posisi Kadin sebagai organisasi induk dunia usaha yang inklusif dan memiliki kekuatan kolaboratif.
“Ini akan menjadikan Kadin Tanjab Timur sebagai organisasi usaha yang kuat, sebagai induk dunia usaha yang inklusif, kolaboratif, dan bermitra strategis dengan pemerintah,” kata Apif optimistis.
Sementara itu, Abdul Gapur menilai bahwa HIPMI dan Kadin memiliki semangat perjuangan yang sama dalam membangun dunia usaha dan pertumbuhan ekonomi.
“Kadin dan HIPMI memiliki kesamaan, yaitu organisasi independen, non-partisan, dan mitra pemerintah yang bertujuan mengembangkan dunia usaha serta meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Gapur.
Hal senada juga disampaikan Firdaus Sudirman. Menurutnya, bergabung ke Kadin merupakan langkah strategis untuk membawa semangat kewirausahaan ke ruang yang lebih luas dan berdampak besar bagi pembangunan ekonomi daerah.
“Ini bentuk komitmen kami untuk membawa semangat kewirausahaan ke level yang lebih strategis. Karena dari HIPMI kami belajar membangun, di Kadin kami ingin memperluas dampak,” jelas Firdaus.
Ia menambahkan, masa depan ekonomi daerah hanya bisa dibangun melalui inovasi, kolaborasi, dan usaha yang mampu bersaing secara sehat di tengah tantangan ekonomi modern.
“Kami percaya bahwa masa depan ekonomi daerah ditentukan oleh inovasi, kolaborasi, dan usaha yang berdaya saing. Ini bukan hanya tentang bisnis, tetapi tentang membangun ekonomi yang lebih kuat dan berkelanjutan,” tutupnya. (*)






