Britajambi.id – Kepolisian Resor (Polres) Tanjung Jabung Timur menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Strategi Penanggulangan Geng Motor di wilayah Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Senin (3/8/2026). Kegiatan yang berlangsung di Aula Parama Satwika Polres Tanjab Timur ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat sinergi lintas sektor guna mencegah munculnya aksi geng motor serta menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap aman, tertib, dan kondusif.
Rapat koordinasi dipimpin langsung oleh Kapolres Tanjab Timur AKBP Ade Candra, S.P., S.I.K., didampingi Bupati Tanjung Jabung Timur Hj. Dillah Hikmah Sari, S.T. Kegiatan tersebut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), perwakilan DPRD, TNI, Kejaksaan, Pengadilan Negeri, organisasi perangkat daerah (OPD), tokoh agama, tokoh adat, insan pendidikan, organisasi kemasyarakatan, komunitas motor, serta para pejabat utama dan Kapolsek jajaran Polres Tanjab Timur.
Dalam sambutannya, Kapolres Tanjab Timur AKBP Ade Candra menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang hadir. Ia menegaskan bahwa rapat koordinasi ini merupakan bentuk komitmen bersama dalam menjaga Kabupaten Tanjung Jabung Timur tetap menjadi daerah yang aman, nyaman, dan kondusif bagi seluruh masyarakat.
Kapolres mengungkapkan, berdasarkan data yang dimiliki Polres Tanjab Timur, terdapat 11 klub motor yang terdata di wilayah tersebut, dengan dua klub di antaranya saat ini tidak lagi aktif. Hingga kini, kata dia, belum ditemukan adanya tindak kriminal yang dilakukan oleh geng motor di Kabupaten Tanjung Jabung Timur.
Meski demikian, aktivitas balap liar yang masih terjadi, terutama pada malam akhir pekan maupun hari libur, tetap menjadi perhatian serius karena berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan serta mengganggu ketertiban umum.
Menurut Kapolres, strategi penanggulangan yang dibangun tidak hanya berorientasi pada penegakan hukum semata, melainkan lebih mengedepankan langkah-langkah preventif melalui pembinaan dan edukasi kepada generasi muda agar tidak terjerumus dalam aktivitas yang berpotensi melanggar hukum.
Sebagai bentuk implementasi pendekatan tersebut, Polres Tanjab Timur menggagas program “Geng Motor Syariah”, yakni sebuah program pembinaan berbasis pendekatan humanis yang bertujuan mengarahkan komunitas motor menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas, kepedulian sosial, serta penguatan nilai-nilai moral di tengah masyarakat.
Program ini akan diwujudkan melalui berbagai kegiatan positif, seperti kunjungan edukatif ke sekolah dan pondok pesantren, bakti sosial, gotong royong, bakti religi di rumah-rumah ibadah, membantu masyarakat terdampak bencana, hingga memberikan edukasi persuasif mengenai budaya berkendara yang aman, tertib, dan bertanggung jawab.
Kapolres menegaskan bahwa keberhasilan menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif tidak dapat diwujudkan hanya oleh institusi Polri. Menurutnya, diperlukan kolaborasi yang kuat antara pemerintah daerah, Forkopimda, TNI, lembaga pendidikan, tokoh agama, tokoh adat, komunitas motor, hingga seluruh lapisan masyarakat.
Sementara itu, Bupati Tanjung Jabung Timur Hj. Dillah Hikmah Sari menegaskan bahwa pencegahan dan penanggulangan geng motor merupakan tanggung jawab bersama, bukan semata-mata menjadi tugas aparat kepolisian.
Menurut Bupati, sinergi seluruh elemen masyarakat menjadi faktor utama dalam menciptakan lingkungan yang aman, tertib, damai, dan kondusif, khususnya bagi generasi muda.
Ia juga menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur mendukung keberadaan berbagai komunitas, termasuk komunitas motor, selama aktivitas yang dilakukan bersifat positif, bermanfaat bagi masyarakat, serta mampu memberikan kontribusi terhadap pembangunan daerah.
“Pemerintah daerah akan terus memberikan dukungan dan memfasilitasi berbagai kegiatan positif sebagai wadah bagi generasi muda untuk menyalurkan minat, bakat, serta kreativitas secara produktif,” ujar Bupati.
Sebagai penutup kegiatan, seluruh peserta menandatangani Deklarasi Pencegahan Geng Motor sebagai bentuk komitmen bersama untuk mencegah berkembangnya kelompok yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat, sekaligus mendukung pembinaan komunitas motor agar menjadi mitra strategis Polri dalam mewujudkan Kabupaten Tanjung Jabung Timur yang aman, tertib, dan kondusif.
Melalui rapat koordinasi ini diharapkan tercipta sinergi yang semakin kuat antara aparat penegak hukum, pemerintah daerah, komunitas motor, dan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga stabilitas keamanan, sehingga Tanjung Jabung Timur tetap menjadi daerah yang nyaman, damai, dan terbebas dari potensi gangguan kamtibmas. (Red)







