Paripurna, Fraksi-Fraksi DPRD Tanjab Timur Soroti Penurunan Pendapatan Transfer dan Dorong Penguatan PAD dalam Pembahasan KUA-PPAS 2027

Rabu, 22 Juli 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Britajambi.id – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tanjung Jabung Timur kembali melaksanakan Rapat Paripurna Masa Persidangan III Tahun Sidang 2025–2026 dengan agenda penyampaian pandangan umum fraksi-fraksi terhadap Nota Rancangan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun Anggaran 2027.

Rapat yang berlangsung di ruang rapat utama DPRD Kabupaten Tanjung Jabung Timur pada Rabu (22/7/2026) dipimpin Ketua DPRD Hj. Zilawati, S.H., didampingi Wakil Ketua I Hasniba, A.Md dan Wakil Ketua II, Hj. Siti Aminah, S.E. Turut hadir Wakil Bupati Tanjung Jabung Timur H. Muslimin Tanja, S.T.HI., M.Si., anggota DPRD, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), para asisten Setda, staf ahli, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), serta jajaran pemerintah daerah lainnya.

Dalam rapat tersebut, masing-masing fraksi menyampaikan pandangan, catatan, serta masukan strategis terhadap arah kebijakan fiskal dan pembangunan daerah yang akan menjadi dasar penyusunan APBD Tahun Anggaran 2027.

Fraksi PAN Soroti Penurunan Pendapatan Transfer dan Besarnya SiLPA

Pandangan umum Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) yang dibacakan juru bicara Ruziansyah, mengapresiasi adanya proyeksi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar 3,6 persen dibandingkan APBD Murni Tahun Anggaran 2026 atau sekitar Rp3,857 miliar.

Namun demikian, Fraksi PAN memberikan perhatian serius terhadap rencana penurunan pendapatan transfer sebesar 1,89 persen atau sekitar Rp14,59 miliar. Fraksi meminta pemerintah daerah memberikan penjelasan secara rinci mengenai faktor-faktor yang menyebabkan penurunan tersebut serta dampaknya terhadap kemampuan fiskal daerah.

Selain itu, Fraksi PAN juga mencermati rencana penurunan belanja daerah sekitar 1,28 persen serta masih bergantungnya pembiayaan daerah pada proyeksi Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) sebesar Rp40 miliar.

Fraksi mempertanyakan masih tingginya proyeksi SiLPA di tengah penurunan pendapatan daerah. Di samping itu, PAN meminta penjelasan terkait rencana penyertaan modal pemerintah daerah sebesar Rp1 miliar pada Tahun Anggaran 2027, termasuk manfaat ekonomi dan target yang ingin dicapai agar kebijakan tersebut tidak menjadi beban fiskal di masa mendatang.

BACA JUGA :  Kasus Meninggalnya Anggota Polri di Tanjab Timur Naik ke Tahap Penyidikan, Enam Orang Ditetapkan sebagai Tersangka

Fraksi Golkar Dorong Penguatan Kemandirian Fiskal Daerah

Pandangan Fraksi Partai Golkar yang dibacakan juru bicara, Hj. Dewi Julianti, S.E, memberikan apresiasi atas penyusunan KUA-PPAS Tahun Anggaran 2027 yang dinilai telah mengacu pada arah kebijakan pembangunan daerah serta mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah.

Ia menegaskan pentingnya memperkuat kemandirian fiskal melalui optimalisasi Pendapatan Asli Daerah dengan menggali berbagai potensi penerimaan baru yang sah dan berkelanjutan.

Selain itu, Golkar mendorong percepatan pemerataan pembangunan infrastruktur, khususnya peningkatan kualitas jalan, jembatan, jaringan irigasi, penyediaan air bersih, serta sarana pendukung aktivitas ekonomi masyarakat, terutama di wilayah pedesaan dan kawasan pesisir.

Dewi Julianti berharap seluruh masukan yang disampaikan dapat menjadi bahan penyempurnaan dokumen perencanaan anggaran sehingga mampu mewujudkan Kabupaten Tanjung Jabung Timur yang semakin maju, mandiri, berdaya saing, dan sejahtera.

Fraksi Demokrasi Keadilan Tekankan Efisiensi Belanja dan Program Prioritas

Sementara itu, Fraksi Demokrasi Keadilan melalui juru bicara Muhammad Guntur, S.Pi, menegaskan bahwa target pendapatan daerah harus disusun secara realistis, terukur, dan sesuai dengan potensi riil daerah.

Muhammad Guntur juga meminta agar alokasi belanja daerah difokuskan pada program-program prioritas yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, seperti peningkatan kualitas pendidikan, pelayanan kesehatan, pembangunan infrastruktur dasar, percepatan penurunan angka stunting, pengendalian inflasi daerah, penciptaan lapangan kerja, serta pemberdayaan UMKM.

Selain itu, Fraksi Demokrasi Keadilan mendorong efisiensi terhadap belanja yang bersifat seremonial, perjalanan dinas yang tidak mendesak, rapat-rapat, maupun pengadaan yang belum menjadi prioritas. Namun efisiensi tersebut diharapkan tidak mengurangi kualitas pelayanan publik maupun menghambat pelaksanaan program yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat.

BACA JUGA :  Kepala BGN Tegas Larang Dapur MBG Gunakan Barang Bersubsidi, Sudaryono: Bandel Akan Kami Tutup

Fraksi Gerindra Dukung Program Prioritas Daerah

Fraksi Gerindra melalui juru bicara Syamsir, S.H, mengapresiasi penyusunan dokumen KUA-PPAS Tahun Anggaran 2027 sebagai dasar pembahasan APBD.

Gerindra menekankan pentingnya penyusunan target pendapatan daerah yang realistis disertai pengelolaan anggaran yang efektif, efisien, transparan, dan tepat sasaran.

Ia juga menyatakan dukungan terhadap berbagai program prioritas pemerintah daerah, mulai dari sektor pendidikan, kesehatan, pembangunan infrastruktur, pemberdayaan ekonomi masyarakat hingga berbagai program strategis yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Melalui sinergi antara DPRD dan Pemerintah Daerah, Fraksi Gerindra berharap pembahasan KUA-PPAS 2027 menghasilkan kebijakan anggaran yang berkualitas dan berpihak pada kepentingan rakyat.

Fraksi NasDem Harapkan APBD Berorientasi pada Kepentingan Masyarakat

Dalam pandangan umum yang dibacakan juru bicara, Nuardy, Fraksi NasDem mengawali penyampaiannya dengan apresiasi kepada pimpinan rapat, pemerintah daerah, Forkopimda, Sekretaris Daerah, kepala OPD, serta seluruh peserta sidang.

Fraksi NasDem berharap pembahasan KUA-PPAS Tahun Anggaran 2027 mampu menghasilkan kebijakan anggaran yang tepat sasaran, berpihak kepada kepentingan masyarakat, serta mampu mendorong percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Tanjung Jabung Timur.

Pandangan umum seluruh fraksi tersebut menjadi bagian penting dalam tahapan penyusunan APBD Tahun Anggaran 2027 sebelum memasuki pembahasan lebih lanjut antara DPRD bersama Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur guna menyempurnakan dokumen KUA-PPAS menjadi landasan penyusunan anggaran yang efektif, akuntabel, dan berorientasi pada pembangunan daerah serta kesejahteraan masyarakat. (Red)

Follow WhatsApp Channel britajambi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DPRD Tanjab Timur Gelar Paripurna Bahas KUA-PPAS APBD 2027, Pendapatan Daerah Diproyeksi Rp867,82 Miliar, Fokus pada Pendidikan, Kesehatan dan Infrastruktur
Paripurna APBD 2025: DPRD Setujui Perda, Namun Beri “Kartu Kuning” untuk Kinerja Pemkab Tanjab Timur
Fraksi-Fraksi DPRD Tanjab Timur Soroti Pertanggungjawaban APBD 2025, Mulai Pengawasan Anggaran hingga Polemik Aset Daerah
Paripurna DPRD, APBD Tanjab Timur 2025 Dipertanggungjawabkan, WTP ke-9 Diraih, Namun Efektivitas Anggaran Jadi Sorotan
Ujian Tahun Perdana Visi MERATA: Pemkab Tanjab Timur Akui Capaian Belum Maksimal dalam LKPJ 2025
Paripurna DPRD Tanjab Timur Bahas LKPJ 2025, Sorotan Tajam Fraksi Mengemuka dari Kesehatan Mental hingga Janji Kampanye
DPRD Tanjab Timur Soroti Kinerja Pemkab: 3 Komisi Sampaikan Catatan Strategis dan Rekomendasi Penting 
Eksekutif Tanggapi Pandangan Fraksi DPRD, Komitmen Perbaikan Tata Kelola dan Pembangunan Tanjab Timur Menguat

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 19:14

Paripurna, Fraksi-Fraksi DPRD Tanjab Timur Soroti Penurunan Pendapatan Transfer dan Dorong Penguatan PAD dalam Pembahasan KUA-PPAS 2027

Selasa, 21 Juli 2026 - 18:09

DPRD Tanjab Timur Gelar Paripurna Bahas KUA-PPAS APBD 2027, Pendapatan Daerah Diproyeksi Rp867,82 Miliar, Fokus pada Pendidikan, Kesehatan dan Infrastruktur

Selasa, 7 Juli 2026 - 19:55

Paripurna APBD 2025: DPRD Setujui Perda, Namun Beri “Kartu Kuning” untuk Kinerja Pemkab Tanjab Timur

Selasa, 23 Juni 2026 - 18:26

Fraksi-Fraksi DPRD Tanjab Timur Soroti Pertanggungjawaban APBD 2025, Mulai Pengawasan Anggaran hingga Polemik Aset Daerah

Senin, 22 Juni 2026 - 20:12

Paripurna DPRD, APBD Tanjab Timur 2025 Dipertanggungjawabkan, WTP ke-9 Diraih, Namun Efektivitas Anggaran Jadi Sorotan

Berita Terbaru