Britajambi.id – Suasana Ramadan yang sarat makna dan penuh kehangatan terasa hingga ke balik jeruji besi Rumah Tahanan Polres Tanjung Jabung Timur, Senin (9/3/2026). Dalam semangat kebersamaan dan pembinaan spiritual, Satuan Tahanan dan Barang Bukti (Sat Tahti) Polres Tanjab Timur menggelar kegiatan buka puasa bersama para tahanan.
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kasat Tahti Polres Tanjab Timur, Iptu Muis Dermawan, bersama para Bintara Sat Tahti. Momentum penuh makna itu juga menghadirkan penceramah agama, Ustad Hendri Darmanto, S.Hi., yang memberikan tausiyah menjelang waktu berbuka puasa.
Di tengah suasana yang khidmat, Ustad Hendri menyampaikan ceramah yang menggugah kesadaran batin para tahanan. Ia mengajak mereka untuk menjadikan Ramadan sebagai waktu terbaik untuk melakukan introspeksi diri, memperbaiki kesalahan masa lalu, serta menata kembali arah kehidupan ke depan dengan penuh harapan.
Pesan spiritual tersebut disambut dengan perhatian serius para tahanan yang tampak antusias mengikuti setiap nasihat yang disampaikan. Nilai-nilai kesabaran, keikhlasan, dan pentingnya memperbaiki diri menjadi inti dari tausiyah yang diberikan.
Kapolres Tanjab Timur AKBP Ade Candra, S.P., S.I.K., melalui Kasat Tahti Iptu Muis Dermawan menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari pembinaan rohani bagi para tahanan selama menjalani proses hukum.
“Setiap manusia pernah melakukan kesalahan. Namun sebaik-baiknya manusia adalah mereka yang mau bertobat dan berusaha memperbaiki diri,” ujar Iptu Muis menyampaikan pesan Kapolres kepada para tahanan.
Ia juga berharap momentum Ramadan dapat menjadi titik balik bagi para tahanan untuk memperkuat iman, memperbaiki sikap, serta mempersiapkan diri kembali ke masyarakat dengan pribadi yang lebih baik.
Kegiatan buka puasa bersama ini menjadi bukti bahwa di balik tugas penegakan hukum, Polres Tanjab Timur tetap mengedepankan pendekatan humanis. Pembinaan spiritual menjadi bagian penting dalam proses pemulihan moral dan mental para tahanan, sejalan dengan semangat Polri Presisi yang mengutamakan pelayanan berkeadilan dan berperikemanusiaan.
Acara kemudian ditutup dengan doa bersama, sebelum seluruh peserta menikmati hidangan berbuka puasa secara sederhana namun penuh rasa kekeluargaan. Di balik jeruji besi, kehangatan Ramadan tetap terasa membawa harapan baru bagi mereka yang tengah menjalani proses pembelajaran hidup. (Red)






