Mereka yang Menjadi Korban Hamas Israel

Avatar

Minggu, 16 Juni 2024

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh : Ahmad Adam Malik (Mahasiswa UIN Sultan Thaha Saifuddin Jambi)

OPINI – Perang Hamas-Israel kian brutal. Warga sipil menjadi korban paling tak berdaya. Tempo SKALA kekerasan dalam perang Hamas-Israel makin meningkat dan membahayakan penduduk sipil, terutama yang bermukim di Jalur Gaza. Indonesia perlu lebih lantang menyerukan perdamaian serta menggalang bantuan kemanusiaan.

Jumlah kematian di kedua belah pihak terus bertambah. Dalam seminggu terakhir, otoritas kesehatan Palestina dan Israel mencatat lebih dari 1.500 orang tewas, paling banyak warga sipil. Ribuan orang lainnya terluka dan tidak mendapat perawatan memadai karena rumah sakit kekurangan fasilitas, obat, serta tenaga medis.

Sejauh ini, baik milisi Hamas maupun tentara Israel seperti tidak lagi peduli atas jatuhnya banyak korban dari kalangan sipil yang terjepit di antara Operasi Badai Al-Aqsa dan Operasi Pedang Besi itu. Masyarakat sipil seolah-olah menjadi target dan sasaran utama kedua belah pihak.

BACA JUGA :  Peduli Kesehatan, SPPI Margasari Salurkan Bantuan Nutrisi untuk Anak Penderita TBC di Danaraja

Israel terus menggempur Jalur Gaza tanpa memilah basis pertahanan Hamas dan fasilitas serta permukiman sipil. Bukan hanya itu, Israel bahkan menghentikan pasokan air, listrik, dan makanan ke wilayah Gaza yang dihuni 2 juta lebih warga Palestina. Sebaliknya, pasukan paramiliter Hamas mengancam membunuh sekitar 150 orang Israel yang mereka sandera. Kedua pihak sama ekstremnya.

Serangan Hamas ke wilayah Israel yang menewaskan banyak warga sipil jelas tak bisa dibenarkan dengan alasan apa pun. Begitu pula serangan balik Israel yang memakan banyak korban sipil di wilayah Gaza. Bila tidak segera dihentikan, aksi balas dendam Israel akan mendatangkan bencana kemanusiaan yang teramat besar.

Perjuangan panjang bangsa Palestina meraih kemerdekaannya tentu harus kita dukung. Israel sama sekali tak punya hak untuk menindas dan merampas kemerdekaan bangsa Palestina. Namun dukungan kepada Palestina ataupun kecaman terhadap Israel tidak sepatutnya dibingkai dalam konflik antar agama.

BACA JUGA :  Polres Tanjab Timur Gelar Patroli Gabungan, Sasar Kenakalan Remaja hingga Balap Liar

Anggapan yang menyamakan perang Hamas-Israel sebagai perang Islam dan Yahudi jelas salah kaprah. Akar masalah konflik puluhan tahun antara Palestina dan Israel adalah pendudukan dan aneksasi tanah. Pada 1947, mayoritas tanah Palestina masih dihuni warga Palestina. Tahap demi tahap, Israel melakukan ekspansi dengan cara yang brutal.

Tiga film dokumenter sutradara Palestina, Mohanad Yaqubi, yang diputar di Festival Film Internasional Madani di Jakarta baru-baru ini memperlihatkan betapa brutalnya serdadu Israel ketika merampas tanah-tanah Palestina. Sejak 2022, di Jalur Gaza, Israel pun membangun tembok beton yang memisahkan permukiman Israel dengan permukiman Palestina. Di Tepi Barat, tembok serupa dibangun sejak 20 tahun lalu. Warga Palestina seolah-olah diblokade di tanahnya sendiri.

Follow WhatsApp Channel britajambi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rakyat Bahagia Tarik Tambang, Pejabat Pesta Tarik Anggaran
Delapan Tahun Mengawal Demokrasi, Bawaslu Teguhkan Komitmen Kawal Pemilu Berintegritas
Menghirup Kopi, Menatap Masa Depan: Merdeka yang Sesungguhnya bagi Pemuda Tanjab Timur
Naluri Ibu, Kekuatan Politik Dillah Hich
Pers vs Kreator Konten Digital: Tantangan Regulasi di Era Transformasi Media
Polemik Revisi UU TNI : Melampaui Trauma Orde Baru dan Menjawab Tantangan Masa Kini melalui Perspektif Komunikasi Politik
Mengacak Arah Lembaga Pendidikan “Bahaya Keterlibatan Kampus Dalam Bisnis Tambang”
Krisis Komunikasi Pemerintahan di Provinsi Jambi, Antara Dinas Kesehatan dan Gubernur Al Haris

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 19:10

Delapan Tahun Mengawal Demokrasi, Bawaslu Teguhkan Komitmen Kawal Pemilu Berintegritas

Selasa, 11 Agustus 2026 - 17:32

Menghirup Kopi, Menatap Masa Depan: Merdeka yang Sesungguhnya bagi Pemuda Tanjab Timur

Kamis, 30 Juli 2026 - 21:13

Naluri Ibu, Kekuatan Politik Dillah Hich

Senin, 12 Mei 2025 - 13:42

Pers vs Kreator Konten Digital: Tantangan Regulasi di Era Transformasi Media

Minggu, 16 Maret 2025 - 11:47

Polemik Revisi UU TNI : Melampaui Trauma Orde Baru dan Menjawab Tantangan Masa Kini melalui Perspektif Komunikasi Politik

Berita Terbaru