Dampak Perang Israel-Palestina Terhadap Anak-anak Usia Dini

Avatar

Sabtu, 15 Juni 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh : M. Akabar Hadityo (Mahasiswa UIN Sultan Thaha Saifuddin Jambi)

OPINI – Seperti yang kita ketahui, saat ini sedang berlangsung perang antara negara Palestina dan Israel yang sampai saat ini ramai diperbincangkan di seluruh penjuru dunia. Perselisihan antara kedua negara ini sebenarnya telah terjadi sekitar tahun 1917, dan puncaknya ketika tahun 1948 yang menyebabkan sekitar 15.000 warga Palestina menjadi korban atas perang tersebut. Baru baru ini, pihak Palestina berusaha menerobos masuk wilayah Gaza dan meluncurkan roket serta senjata lainnya untuk menentang pihak Israel dan menerobos masuk wilayah tersebut.

Perang Israel-Palestina ini tentunya banyak menimbulkan dampak negatif bagi para warga Israel maupun Palestina yang ikut perang maupun yang menjadi korban. Yang paling memprihatinkan adalah bagaimana perang tersebut berdampak pada anak usia dini yang tinggal di daerah Palestina dan Israel. Mereka yang tidak tahu apa-apa menjadi korban dari perang tersebut. Tak sedikit pula dari mereka yang harus merelakan nyawa akibat perang tersebut. Lantas bagaimana perang ini berdampak pada dunia anak usia dini seperti pendidikan, keluarga dan kegiatan mereka sehari-hari? Dan solusi apakah yang harus dilakukan guna menjaga dan menjamin kehidupan anak anak usia dini tersebut?

BACA JUGA :  Wali Murid SDN 32/X Teluk Dawan Keluhkan Pohon Besar yang Rawan Tumbang 

Perang Israel-Palestina ini telah menjadi perbincangan hangat selama 1 tahun terakhir, dikarenakan dampak serta dahsyatnya perang tersebut sehingga diperbincangkan bahkan oleh seluruh penduduk bumi. satu dampak yang paling dahsyat akibat perang ini yaitu kehancuran gedung-gedung penting yang ada di Israel dan Palestina, salah satunya sekolah-sekolah. Sekolah yang merupakan tempat untuk menimba ilmu ikut menjadi korban keganasan perang ini. Alhasil sudah dapat ditebak, proses pembelajaran terhenti akibat perang ini dan para warga terpaksa mengungsi ke tempat yang aman. Ini membuat kegiatan proses pembelajaran anak disana jadi terhenti. Fokus mereka yang awalnya belajar untuk menambah ilmu jadi teralihkan dengan suasana perang ini.

Hal yang tentunya sangat memprihatinkan dari perang ini yaitu banyaknya korban jiwa yang berjatuhan. Mulai dari anak anak hingga remaja maupun orang tua semuanya menjadi korban. Satu persatu anggota keluarga lenyap dari dunia ini berkat terjadinya perang. Bayangkan, bagaimana nasib anak-anak disana yang kehilangan orang tua maupun keluarga mereka berkat perang ini. Mereka yang dulunya bahagia akan kasih sayang keluarga seketika lenyap dikarenakan perang yang tidak berkesudahan ini. Selain keadaan fisik mereka, mental mereka tentunya juga akan terganggu dengan keadaan ini. Mereka yang awalnya hidup dengan seluruh anggota keluarga, akhirnya hidup sendiri akibat satu persatu dari anggota keluarga mereka menjadi korban.

BACA JUGA :  Bupati Tanjab Timur Serahkan Bantuan untuk Warga Terdampak Banjir di Kecamatan Geragai

Ini harus dihentikan, perang ini harus berakhir. Janganlah menjadikan masa depan anak-anak menjadi suram hanya karena keegoisan suatu pihak. Jangan hanya karena rasa nasionalisme yang tinggi, anak anak menjadi korbannya. Mewakili seluruh anak-anak usia dini yang ada di sana, perang ini harus segera dihentikan.

Follow WhatsApp Channel britajambi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pers vs Kreator Konten Digital: Tantangan Regulasi di Era Transformasi Media
Polemik Revisi UU TNI : Melampaui Trauma Orde Baru dan Menjawab Tantangan Masa Kini melalui Perspektif Komunikasi Politik
Mengacak Arah Lembaga Pendidikan “Bahaya Keterlibatan Kampus Dalam Bisnis Tambang”
Krisis Komunikasi Pemerintahan di Provinsi Jambi, Antara Dinas Kesehatan dan Gubernur Al Haris
Wacana Pilkada Lewat DPRD, Menjaga Substansi Demokrasi di Tengah Tantangan Prosedural
Serangan Al Haris-Sani : Tanda Kelemahan Dibalik Ketakutan Terhadap Romi-Sudirman
Balada Residivis Narkotika di Parlemen
Janji MANTAP, Realita Buruk : Al Haris Tersandera Isu Batu Bara

Berita Terkait

Senin, 12 Mei 2025 - 13:42 WIB

Pers vs Kreator Konten Digital: Tantangan Regulasi di Era Transformasi Media

Minggu, 16 Maret 2025 - 11:47 WIB

Polemik Revisi UU TNI : Melampaui Trauma Orde Baru dan Menjawab Tantangan Masa Kini melalui Perspektif Komunikasi Politik

Minggu, 26 Januari 2025 - 14:11 WIB

Mengacak Arah Lembaga Pendidikan “Bahaya Keterlibatan Kampus Dalam Bisnis Tambang”

Sabtu, 11 Januari 2025 - 11:26 WIB

Krisis Komunikasi Pemerintahan di Provinsi Jambi, Antara Dinas Kesehatan dan Gubernur Al Haris

Rabu, 25 Desember 2024 - 11:05 WIB

Wacana Pilkada Lewat DPRD, Menjaga Substansi Demokrasi di Tengah Tantangan Prosedural

Berita Terbaru