Britajambi.id – Komitmen memperkuat sinergi antara kepolisian dan kalangan pesantren terus diwujudkan Polres Tanjung Jabung Timur (Tanjab Timur) melalui kegiatan silaturahmi yang penuh kehangatan dan nilai kebersamaan.
Kapolres Tanjab Timur, AKBP Ade Candra, bersama para Pejabat Utama (PJU) Polres Tanjab Timur melaksanakan kunjungan ke Pondok Pesantren Jari Nabi sebagai bagian dari upaya mempererat hubungan antara Polri, tokoh agama, dan generasi muda pesantren, Kamis (7/5/26).
Kedatangan rombongan Kapolres disambut hangat oleh pimpinan pondok pesantren beserta para santri. Suasana akrab dan penuh kekeluargaan tampak mewarnai pertemuan tersebut.
Tidak sekadar menjadi agenda silaturahmi biasa, kegiatan ini juga menjadi momentum penting dalam memperkuat kolaborasi menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat melalui pendekatan keagamaan dan pendidikan karakter.
Dalam arahannya di hadapan para santri, AKBP Ade Candra menyampaikan pesan-pesan kamtibmas yang menitikberatkan pada pentingnya menjaga persatuan, mempererat ukhuwah, serta menjauhi berbagai perilaku negatif yang dapat merusak masa depan generasi muda.
Kapolres mengajak seluruh santri untuk menjadi pelopor perdamaian dengan menolak segala bentuk kekerasan di lingkungan sekolah, penyalahgunaan narkoba, praktik judi online, cyber bullying, hingga penyebaran paham radikalisme dan terorisme yang dapat mengancam keutuhan bangsa.
“Santri harus menjadi pelopor kedamaian, menjaga moralitas, serta menjadi generasi yang mampu membawa perubahan positif bagi lingkungan sekitar,” tegas Kapolres.
Menurutnya, pondok pesantren memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi muda yang berakhlak mulia, disiplin, serta memiliki rasa cinta terhadap bangsa dan negara. Oleh sebab itu, sinergi antara kepolisian dan lembaga pendidikan keagamaan perlu terus diperkuat guna menciptakan lingkungan masyarakat yang aman, damai, dan kondusif.
Selain mempererat hubungan kelembagaan, kegiatan tersebut juga menjadi sarana edukasi bagi para santri mengenai ancaman kejahatan digital yang kini semakin menyasar kalangan remaja. Kapolres mengingatkan bahaya penyebaran hoaks di media sosial, maraknya perundungan digital, hingga jebakan judi online yang dinilai dapat merusak mental dan masa depan generasi muda apabila tidak diantisipasi sejak dini.
AKBP Ade Candra berharap para santri di Pondok Pesantren Jari Nabi mampu menjadi generasi penerus bangsa yang tidak hanya unggul dalam ilmu agama, tetapi juga memiliki kepedulian sosial, semangat kebangsaan, serta kesiapan menjadi penjaga persatuan dan keamanan di Kabupaten Tanjab Timur.
Kegiatan silaturahmi tersebut berlangsung dalam suasana penuh kehangatan dan diakhiri dengan doa bersama sebagai simbol harapan agar hubungan harmonis antara Polri dan kalangan pesantren terus terjalin erat demi terciptanya masyarakat yang religius, damai, dan sejahtera. (Red)






