Britajambi.id – Semangat kompetisi, kreativitas, dan sportivitas mewarnai pembukaan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) serta Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) jenjang SD/MI dan SMP/MTs Tahun 2026 tingkat Kabupaten Tanjab Timur.
Kegiatan bergengsi tersebut secara resmi dibuka langsung oleh Bupati Tanjab Timur, Hj Dillah Hikmah Sari, di Gedung Olahraga Seni (GOS) Paduka Berhala, Kecamatan Muara Sabak Barat, Selasa (12/05/2026).
Ajang tahunan yang diikuti sebanyak 299 peserta didik dari 11 kecamatan di Kabupaten Tanjab Timur itu berlangsung meriah dengan penuh antusiasme. Para pelajar tampak tampil percaya diri membawa semangat daerah masing-masing dalam kompetisi yang menjadi wadah pengembangan bakat dan karakter generasi muda tersebut.
Dalam arahannya, Bupati Dillah menegaskan bahwa dunia pendidikan tidak hanya berorientasi pada kemampuan akademik semata, namun juga harus mampu melahirkan generasi yang unggul dalam bidang olahraga, seni, budaya, serta memiliki mental kompetitif yang sehat.
“Pendidikan bukan hanya soal intelektual, tetapi juga bagaimana mendorong talenta di bidang olahraga dan seni,” ujar Bupati Dillah di hadapan para peserta, guru pendamping, dan tamu undangan.
Ia juga mengajak seluruh peserta untuk menjadikan O2SN dan FLS3N sebagai momentum mengasah kemampuan, memperluas pengalaman, sekaligus mempererat persaudaraan antar pelajar se-Tanjab Timur.
Menurutnya, kompetisi seperti ini memiliki nilai strategis dalam membentuk karakter generasi muda yang disiplin, kreatif, percaya diri, serta menjunjung tinggi sportivitas.
“Kita berharap para peserta mampu memberikan penampilan terbaik sehingga nantinya dapat mengharumkan nama daerah hingga ke tingkat Provinsi maupun Nasional,” ujarnya.
Suasana pembukaan semakin semarak ketika diumumkan sejumlah peserta dan kontingen terbaik yang berhasil menarik perhatian. Kontingen Kecamatan Sadu berhasil meraih predikat yel-yel terbaik berkat penampilan penuh semangat dan kekompakan.
Adapun cabang yang diperlombakan dalam O2SN meliputi atletik, renang, pencak silat, dan bulu tangkis. Sedangkan pada FLS3N, peserta bersaing dalam berbagai cabang seni dan sastra seperti menyanyi solo, tari tradisional, mendongeng, hingga musik tradisional.
Kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan bibit-bibit unggul Tanjab Timur yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kaya akan kreativitas, budaya, serta memiliki jiwa kompetitif yang positif demi menyongsong masa depan generasi emas. (Red)






