Britajambi.id – Musyawarah Kabupaten (Mukab) Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjab Timur) masa bakti 2026–2031 berlangsung sukses dan penuh optimisme.
Kegiatan yang digelar di aula rumah dinas Bupati Tanjab Timur ini menjadi momentum penting bagi arah baru dunia usaha dan kemitraan pembangunan di daerah.
Acara tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Tanjab Timur, Hj Dillah Hikmah Sari, jajaran pengurus KADIN, Forkopimda, serta para Camat dan Lurah, Rabu (6/5/2026).
Ketua Caretaker KADIN Tanjab Timur, Eva Juliani, A.Md., dalam sambutannya menyampaikan bahwa masa tugasnya telah tuntas dalam mengawal keberlangsungan organisasi hingga terselenggaranya Mukab.
Ia berharap kepengurusan baru yang terpilih nantinya mampu membawa KADIN Tanjab Timur ke arah yang lebih progresif dan berdaya saing.
“Harapan kami, kepengurusan yang baru bisa membawa KADIN lebih maju, lebih solid, dan mampu menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Umum KADIN Provinsi Jambi, Usman Sulaiman, mengapresiasi pelaksanaan Mukab tersebut. Ia menyebut bahwa Kabupaten Tanjab Timur menjadi daerah pertama di Provinsi Jambi yang sukses menggelar Mukab sekaligus pelantikan pengurus dalam satu momentum.
“Ini menjadi catatan penting. Tanjab Timur menunjukkan keseriusan dalam membangun kelembagaan KADIN yang kuat dan terstruktur,” ungkapnya.
Bupati Tanjab Timur, Hj Dillah Hikmah Sari, yang secara resmi membuka kegiatan tersebut, memberikan apresiasi tinggi terhadap penyelenggaraan acara. Ia bahkan menyebut Mukab ini sebagai salah satu kegiatan seremonial terbaik sejak dirinya menjabat, terlebih di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang sedang berlangsung.
Di hadapan peserta, Bupati Dillah juga memaparkan sejumlah tantangan dan potensi besar yang dimiliki Kabupaten Tanjab Timur. Ia menegaskan bahwa sektor perkebunan, perikanan, dan kemaritiman merupakan kekuatan utama yang harus dikelola secara maksimal.
“Kita punya potensi besar di sektor perkebunan, perikanan, dan kemaritiman. Ini adalah fondasi ekonomi daerah yang harus kita dorong bersama,” tegasnya.
Namun demikian, Dillah tidak menutup mata terhadap kondisi riil daerah. Ia mengakui bahwa Tanjab Timur masih menyandang status sebagai daerah dengan tingkat kemiskinan tertinggi di Provinsi Jambi, meskipun tren penurunannya mulai terlihat.
“Alhamdulillah angka kemiskinan mulai menurun, walaupun kita masih yang tertinggi. Ini menjadi pekerjaan rumah bersama,” ujarnya.
Selain itu, ia juga menyoroti Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang masih berada di posisi terbawah di tingkat provinsi. Hal ini, menurutnya, menjadi indikator penting perlunya sinergi antara pemerintah dan dunia usaha.
Di akhir sambutannya, Bupati Dillah menaruh harapan besar terhadap hasil Mukab KADIN. Ia meyakini kehadiran organisasi tersebut dapat menjadi motor penggerak pembangunan ekonomi daerah, sekaligus mendorong Tanjab Timur keluar dari status daerah tertinggal.
“Kami yakin, dengan sinergi yang kuat antara pemerintah dan KADIN, kita bisa membawa perubahan nyata bagi daerah ini, menuju Tanjab Timur yang lebih maju dan sejahtera,” pungkasnya.






