Britajambi.id – Layanan kesehatan kembali menjadi sorotan setelah keluarga pasien mengaku kecewa berat akibat tidak berfungsinya ambulans milik RSUD Nurdin Hamzah Kabupaten Tanjab Timur. Kendaraan yang seharusnya menjadi sarana vital dalam kondisi darurat itu dilaporkan rusak saat hendak digunakan untuk membawa pasien ke RSUD Raden Mattaher Jambi.
Dalam situasi yang mendesak, keluarga pasien tidak memiliki banyak pilihan. Demi menyelamatkan nyawa, mereka akhirnya mengambil keputusan cepat dengan menggunakan mobil pribadi untuk membawa pasien ke rumah sakit Raden Mattaher di Kota Jambi.
“Kami sangat kecewa. Ini kondisi darurat, tapi ambulans tidak bisa dipakai karena rusak. Akhirnya kami bawa sendiri pakai mobil seadanya,” ungkap salah satu anggota keluarga dengan nada penuh emosi, Sabtu malam (21/3/2026).
Kejadian ini memperlihatkan celah serius dalam kesiapan fasilitas kesehatan, khususnya terkait sarana transportasi medis. Ambulans bukan sekadar kendaraan, melainkan bagian penting dari rantai penyelamatan pasien terutama saat membutuhkan perjalanan cepat.
Keluarga pasien kini mendesak adanya evaluasi menyeluruh dari pemerintah daerah. Mereka menuntut peningkatan kualitas pelayanan, khususnya dalam memastikan seluruh fasilitas penunjang medis berada dalam kondisi prima setiap saat.
Peristiwa ini menjadi alarm keras bahwa pelayanan kesehatan tidak hanya soal tenaga medis dan ruang perawatan, tetapi juga kesiapan infrastruktur penunjang. Ketika ambulans tak bisa digunakan, maka yang dipertaruhkan bukan hanya pelayanan, melainkan nyawa.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak RSUD Nurdin Hamzah belum memberikan tanggapan resmi terkait insiden tersebut. Sementara itu, pasien telah mendapatkan penanganan medis di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Raden Mattaher Jambi.






