Britajambi.id – Insiden memprihatinkan terjadi ketika sebuah ambulans milik RSUD Nurdin Hamzah Kabupaten Tanjab Timur tidak dapat dioperasikan saat hendak digunakan untuk membawa pasien ke RSUD Raden Mattaher Jambi. Kejadian ini langsung menuai sorotan publik karena menyangkut layanan dasar kesehatan yang seharusnya sigap dan tanpa hambatan.
Kerusakan ambulans di momen krusial tersebut memunculkan kekhawatiran serius terhadap kesiapan fasilitas kesehatan di daerah. Ambulans sebagai ujung tombak pelayanan darurat dinilai tidak boleh mengalami kegagalan fungsi, terlebih saat nyawa pasien menjadi taruhan.
Saat dikonfirmasi, Ketua DPRD Tanjab Timur, Hj Zilawati, sempat menyampaikan bahwa pihaknya akan memanggil Direktur RSUD Nurdin Hamzah untuk melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP). Ia juga menyebut bahwa pelayanan di lapangan banyak yang tidak maksimal.
Namun, pernyataan tersebut justru memicu polemik baru. Pesan yang disampaikan Zilawati melalui WhatsApp kepada Redaksi media ini telah ditarik kembali atau dihapus. Tindakan ini menimbulkan tanda tanya besar.
Publik mulai mempertanyakan konsistensi dan keberanian sikap seorang pimpinan legislatif dalam menyikapi persoalan krusial yang menyangkut pelayanan kesehatan. Penghapusan pesan tersebut dinilai sebagai bentuk keraguan atau bahkan indikasi ketidaktegasan dalam merespons persoalan serius di daerahnya.
Di sisi lain, Kepala Dinas Kesehatan Tanjab Timur, Nasrul Diman, menyatakan akan memberikan teguran kepada Direktur RSUD Nurdin Hamzah, dr. Muhammad Nasrul Felani. Ia juga mengaku menyayangkan insiden tersebut bisa terjadi. Meski demikian, langkah teguran dinilai belum cukup untuk menjawab persoalan yang ada.
Kasus ini menjadi cermin bahwa pengawasan terhadap layanan kesehatan belum berjalan optimal. Lebih dari itu, ini adalah ujian bagi integritas dan tanggung jawab para pejabat publik terkait. Apakah mereka hadir sebagai solusi, atau justru memilih diam di tengah persoalan?
Publik kini menunggu langkah konkret, bukan sekadar wacana. Evaluasi menyeluruh terhadap sarana dan prasarana kesehatan, audit manajemen operasional, serta penegasan tanggung jawab harus segera dilakukan. Insiden ini tidak boleh berhenti sebagai berita sesaat, ia harus menjadi titik balik perbaikan.
Untuk menggali informasi terkait insiden ini, redaksi Britajambi.id terus melakukan upaya konfirmasi kepada Direktur RSUD Nurdin Hamzah, Muhammad Nasrul Felani, serta pejabat terkait.






