Britajambi.id – Semangat tradisi kembali bergelora di aliran sungai Kelurahan Teluk Dawan, Kecamatan Muara Sabak Barat, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Minggu (22/3/2026). Ribuan warga tumpah ruah memadati bantaran sungai, menyaksikan pembukaan lomba pacu perahu tradisional yang resmi dibuka oleh Sekretaris Lurah Teluk Dawan, Syahbudin Idris.
Lebih dari sekadar agenda tahunan, pacu perahu Teluk Dawan menjelma menjadi simbol hidup dari warisan budaya yang terus bertahan di tengah derasnya arus modernisasi. Tradisi ini bukan hanya menghadirkan hiburan rakyat, tetapi juga merefleksikan nilai-nilai luhur yang mengakar kuat dalam kehidupan masyarakat setempat.
Dentuman dayung yang membelah air berpadu dengan riuh sorak penonton, menciptakan atmosfer penuh energi dan kebanggaan kolektif. Setiap kayuhan bukan sekadar upaya meraih kemenangan, melainkan representasi kekompakan dan kebersamaan yang diwariskan lintas generasi.
Dalam sambutannya, Syahbudin menegaskan bahwa makna pacu perahu jauh melampaui kompetisi semata. Ia menilai tradisi ini sebagai cermin kearifan lokal yang sarat dengan nilai gotong royong dan solidaritas sosial.
“Tradisi ini adalah identitas kita. Bukan hanya soal siapa yang tercepat, tetapi bagaimana kita menjaga kebersamaan dan semangat kolektif,” tegasnya di hadapan masyarakat.
Puluhan tim dari berbagai RT dan wilayah sekitar turut ambil bagian dalam perlombaan yang berlangsung sengit namun tetap menjunjung tinggi sportivitas. Antusiasme warga yang memadati lokasi menjadi bukti bahwa tradisi ini masih memiliki tempat istimewa di hati masyarakat.
Tak hanya berdimensi budaya, pacu perahu juga memberikan dampak ekonomi yang nyata. Kehadiran pelaku UMKM yang menjajakan kuliner khas di sekitar lokasi perlombaan menciptakan perputaran ekonomi lokal, menjadikan kegiatan ini sebagai ruang produktif yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat.
Syahbudin berharap pacu perahu Teluk Dawan tidak berhenti sebagai seremoni tahunan, melainkan terus dikembangkan menjadi ikon wisata budaya daerah. Ia menilai potensi ini dapat menarik perhatian lebih luas sekaligus memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi lokal.
“Kita ingin tradisi ini terus hidup, berkembang, dan menjadi kebanggaan daerah yang dikenal luas. Ini bukan sekadar perlombaan, tetapi warisan yang harus kita jaga bersama,” ujarnya.
Ketua Karang Taruna Rengas Kuning, Sudirman, turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan tersebut, termasuk dukungan dari pihak swasta dan masyarakat setempat.
“Ini adalah bukti kuatnya kolaborasi dalam menjaga tradisi. Kami juga mengingatkan seluruh peserta untuk tetap menjunjung tinggi sportivitas selama perlombaan berlangsung,” katanya.
Pacu perahu Teluk Dawan pada akhirnya bukan sekadar perlombaan di atas air. Ia adalah denyut nadi budaya yang terus mengalir, merawat jati diri, memperkuat solidaritas, dan menjaga harmoni masyarakat dalam bingkai tradisi yang lestari.
Penulis : Pikur Pradana






