Diagnosa Berubah, Keluarga Pasien Pertanyakan Profesionalitas Dokter dan Layanan RSUD 

Avatar

- Redaksi

Senin, 23 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Britajambi.id – Kebingungan dan kepanikan menyelimuti keluarga seorang pasien setelah menerima informasi diagnosa yang berbeda dari dua rumah sakit pemerintah. Peristiwa ini bermula dari penanganan medis di RSUD Nurdin Hamzah yang menyatakan bahwa pasien harus segera dibawa ke RSUD Raden Mattaher untuk menjalani tindakan operasi.

Menurut keterangan anak pasien, Yudi, dokter di RSUD Nurdin Hamzah menyampaikan bahwa kondisi pasien membutuhkan penanganan cepat melalui operasi, sehingga pasien harus segera diberangkatkan ke RSUD Raden Mattaher yang memiliki fasilitas lebih lengkap. Informasi tersebut membuat keluarga panik dan berupaya secepat mungkin membawa pasien ke rumah sakit tersebut.

Namun, sesampainya di RSUD Raden Mattaher, hasil pemeriksaan dokter justru berbeda. Tidak ada rekomendasi ataupun indikasi medis yang menyatakan pasien harus menjalani operasi. Perbedaan diagnosa ini sontak menimbulkan tanda tanya besar dan keresahan bagi pihak keluarga.

BACA JUGA :  Ketua Umum LPAI Beri Dukungan Langsung untuk Atlet Satria Muda Taekwondo, Komitmen Cetak Generasi Berprestasi Tanjab Timur 

“Kami sangat bingung. Di rumah sakit Nurdin Hamzah dibilang harus segera operasi, tapi sudah dua hari dirawat di RSUD Raden Mattaher tidak ada penjelasan seperti itu,” ungkap Yudi, Selasa (23/3/26).

Situasi semakin memprihatinkan karena pada saat kondisi mendesak tersebut, ambulans milik RSUD Nurdin Hamzah tidak dapat digunakan untuk mengantar pasien. Akibatnya, keluarga harus mencari alternatif transportasi sendiri dalam kondisi penuh tekanan dan keterbatasan waktu.

Peristiwa ini memicu dugaan adanya kelalaian dalam penyampaian diagnosa medis. Keluarga pasien menilai informasi yang diberikan oleh oknum dokter di RSUD Nurdin Hamzah tidak akurat dan berpotensi menimbulkan kepanikan yang tidak perlu.

BACA JUGA :  Satria Muda Taekwondo Club Tanjab Timur Bersinar di Kejurnas Perang Bintang 2 Tangerang, Borong 13 Medali

Atas kejadian ini, keluarga pasien mendesak Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan pihak terkait untuk turun tangan dan memanggil dokter yang bersangkutan guna memberikan klarifikasi serta melakukan evaluasi profesional.

“Kami minta ada penjelasan dan tanggung jawab. Jangan sampai kejadian seperti ini terulang dan merugikan pasien lain,” tegasnya.

Kasus ini menjadi sorotan penting terkait kualitas komunikasi medis, akurasi diagnosa, serta kesiapan fasilitas layanan kesehatan, khususnya dalam situasi darurat. Transparansi dan profesionalitas tenaga medis dinilai menjadi kunci utama untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan publik.

Follow WhatsApp Channel britajambi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ketua Umum LPAI Beri Dukungan Langsung untuk Atlet Satria Muda Taekwondo, Komitmen Cetak Generasi Berprestasi Tanjab Timur 
Empat Tokoh Besar Politik Tanjab Timur Bertemu, Publik Berspekulasi: Sinyal Koalisi Baru Menuju 2030?
Wisuda Akbar Ponpes Al-Kautsar Berlangsung Khidmat, Kapolres Tanjab Timur Beri Apresiasi
Catatan Buruk Kepemimpinan Nurhidayah Kades Mendahara Tengah, Dinilai Lebih Mengutamakan Kepentingan Proyek daripada Kepentingan Masyarakat
Jembatan Dibongkar, Pemerintah Desa Bungkam: Publik Curiga Aset Desa “Dikorbankan” Demi Kepentingan Perusahaan
Terungkap! Ternyata Hal Ini yang Bikin Pelaku Tega Habisi Kakek AK di Desa Bunga Tanjung
Tebar Kepedulian di Hari Raya Idul Adha, PT SGAM Salurkan Hewan Kurban untuk Masjid dan Musholla di Parit Culum II
Pemuda Parit Culum 1 yang Tetap Membumi: Kisah Pengabdian Ferdi Hazrian

Berita Terkait

Sabtu, 27 Juni 2026 - 20:27 WIB

Ketua Umum LPAI Beri Dukungan Langsung untuk Atlet Satria Muda Taekwondo, Komitmen Cetak Generasi Berprestasi Tanjab Timur 

Minggu, 14 Juni 2026 - 11:26 WIB

Empat Tokoh Besar Politik Tanjab Timur Bertemu, Publik Berspekulasi: Sinyal Koalisi Baru Menuju 2030?

Jumat, 5 Juni 2026 - 09:56 WIB

Wisuda Akbar Ponpes Al-Kautsar Berlangsung Khidmat, Kapolres Tanjab Timur Beri Apresiasi

Jumat, 5 Juni 2026 - 09:04 WIB

Catatan Buruk Kepemimpinan Nurhidayah Kades Mendahara Tengah, Dinilai Lebih Mengutamakan Kepentingan Proyek daripada Kepentingan Masyarakat

Rabu, 3 Juni 2026 - 13:23 WIB

Jembatan Dibongkar, Pemerintah Desa Bungkam: Publik Curiga Aset Desa “Dikorbankan” Demi Kepentingan Perusahaan

Berita Terbaru