Britajambi.id – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Tanjung Jabung Timur kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat peran masyarakat dalam mengawal jalannya demokrasi melalui penyelenggaraan Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) Tahun 2026, yang digelar di Aula Rapat Bawaslu, pada Senin (29/6/2026).
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Ketua Bawaslu Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Tarmuzi, S.Pd.I, serta dihadiri Anggota Bawaslu Nurdin, SEM, dan Syakur Rahman, S.Pd, Plt Kepala Sekretariat Sofwan Ansori, SE, para kepala subbagian, serta seluruh jajaran sekretariat.
Sebanyak 20 peserta dari berbagai perguruan tinggi dan organisasi masyarakat di Kabupaten Tanjung Jabung Timur mengikuti kegiatan ini. Sebelum memasuki sesi tatap muka, seluruh peserta telah lebih dahulu menyelesaikan pembelajaran mandiri secara daring selama enam hari sebagai tahapan awal program.
Program Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) merupakan salah satu langkah strategis Bawaslu untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam memahami sistem kepemiluan serta mekanisme pengawasan. Melalui program ini, Bawaslu berupaya melahirkan kader-kader pengawas partisipatif yang mampu menjadi mitra strategis dalam mengawal setiap tahapan pemilu.
Tidak hanya itu, para peserta juga dibekali berbagai materi penting, mulai dari teknis pengawasan partisipatif berbasis digital, strategi pengembangan gerakan pengawasan masyarakat, tata cara pelaporan dugaan pelanggaran pemilu, hingga pemahaman mendalam tentang tugas, fungsi, dan kewenangan Bawaslu. Sesi diskusi interaktif dan penyusunan rencana tindak lanjut menjadi bagian penting dalam penguatan implementasi hasil pembelajaran.
Dalam arahannya, Nurdin menegaskan bahwa keberhasilan pengawasan pemilu tidak bisa dibebankan hanya kepada lembaga pengawas.
“Pengawasan tidak dapat dilakukan oleh Bawaslu sendiri. Untuk memaksimalkan fungsi pengawasan diperlukan kerja sama dari semua pihak. Melalui Pendidikan Pengawas Partisipatif ini, peserta diharapkan menjadi perpanjangan tangan Bawaslu dalam menyosialisasikan pentingnya pengawasan pemilu dan menumbuhkan semangat demokrasi di tengah masyarakat,” ujarnya.
Senada dengan itu, Ketua Bawaslu Tanjab Timur, Tarmuzi, menyebut bahwa program ini menjadi peluang besar bagi masyarakat untuk memperdalam wawasan kepemiluan sekaligus memperkuat kualitas demokrasi di daerah.
“Menjadi kader Pengawas Partisipatif adalah kesempatan yang sangat baik untuk memahami kepemiluan secara lebih mendalam. Pengetahuan yang diperoleh diharapkan dapat diteruskan kepada masyarakat sehingga semakin banyak pihak yang peduli terhadap kualitas demokrasi dan pengawasan pemilu,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, Bawaslu Kabupaten Tanjung Jabung Timur berharap lahir kader-kader pengawas partisipatif yang berintegritas, memiliki kemampuan edukasi kepemiluan, dan mampu menjadi pelopor pengawasan di lingkungan masing-masing.
Langkah ini dinilai penting untuk memperkuat sinergi antara Bawaslu dan masyarakat dalam mencegah pelanggaran, meningkatkan kualitas demokrasi, serta mewujudkan pemilu yang langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, adil, dan berintegritas. (Red)







