Britajambi.id – Fasilitas sumur bor dan bangunan penampungan air milik Balai Wilayah Sungai Sumatera VI (BWSS VI) di Kelurahan Teluk Dawan, Kecamatan Muara Sabak Barat – Tanjab Timur, kini hanya menyisakan bangunan tanpa fungsi.
Infrastruktur yang dibangun untuk menunjang kebutuhan air bersih masyarakat tersebut sudah lama tidak beroperasi akibat kerusakan kelistrikan maupun pompa air yang tak kunjung diperbaiki.
Kondisi ini berdampak langsung pada sedikitnya 40 kepala keluarga (KK) di RT 03 yang sebelumnya menggantungkan kebutuhan air sehari-hari dari sumur bor tersebut. Kini, terutama di bulan suci Ramadhan, warga terpaksa mencari sumber air alternatif untuk memenuhi kebutuhan mandi, mencuci, memasak, hingga keperluan ibadah.
Ketua RT 03, Deni Albar, mengungkapkan bahwa kerusakan kelistrikan hingga pompa sudah berlangsung cukup lama. Namun hingga saat ini belum ada tindak lanjut perbaikan dari pihak terkait.
“Sudah lama tidak bisa dipakai karena pompa airnya rusak. Warga terpaksa mencari alternatif lain untuk kebutuhan sehari-hari,” ujar Deni, Selasa (24/2/2026).
Menurutnya, sebelum mengalami kerusakan, sumur bor tersebut sangat membantu masyarakat, terlebih saat musim kemarau ketika sumber air warga mulai mengering. Fasilitas itu menjadi solusi nyata atas keterbatasan akses air bersih di lingkungan mereka. Namun sejak pompa tak lagi berfungsi, aliran air berhenti total dan bangunan penampungan dibiarkan tanpa manfaat.
Situasi ini kian terasa berat di bulan Ramadhan. Kebutuhan air meningkat signifikan. Tanpa pasokan air yang memadai, warga harus mengeluarkan tenaga dan biaya lebih untuk mendapatkan air bersih.
Deni meminta agar pihak BWSS VI segera turun tangan memperbaiki kerusakan tersebut. Ia berharap aset negara yang telah dibangun dengan anggaran publik tidak dibiarkan terbengkalai tanpa pengawasan dan pemeliharaan.
“Apalagi saat Ramadhan ini kebutuhan air pasti lebih banyak. Kami berharap pihak balai segera memperbaiki agar bisa dimanfaatkan kembali oleh warga,” tegasnya.
Pembangunan infrastruktur tidak cukup hanya pada tahap peresmian. Keberlanjutan fungsi dan pemeliharaan menjadi kunci agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat dalam jangka panjang. Tanpa itu, fasilitas yang seharusnya menjadi solusi justru berubah menjadi simbol ketidakhadiran layanan publik.
Hingga kini, masyarakat Kelurahan Teluk Dawan masih menunggu respons dan langkah konkret dari pihak terkait agar sumur bor tersebut kembali beroperasi dan kebutuhan air bersih warga dapat terpenuhi sebagaimana mestinya.






