Britajambi.id – Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjab Timur) kembali mencatatkan prestasi dengan meraih Universal Health Coverage (UHC) Award 2026. Penghargaan ini diberikan atas komitmen pemerintah daerah dalam menjamin kepesertaan jaminan kesehatan bagi masyarakat melalui program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Capaian tersebut menunjukkan bahwa secara administratif hampir seluruh penduduk Tanjab Timur telah terdaftar sebagai peserta aktif BPJS Kesehatan, baik melalui skema Penerima Bantuan Iuran (PBI) maupun kepesertaan mandiri. Pemerintah daerah pun dinilai berhasil memenuhi indikator nasional dalam mendukung program kesehatan universal.
Namun di tengah apresiasi tersebut, realita di lapangan menunjukkan masih banyak masyarakat yang belum memahami alur dan mekanisme pemanfaatan layanan UHC. Minimnya sosialisasi membuat sebagian warga kebingungan saat hendak mengakses layanan kesehatan gratis, mulai dari prosedur pendaftaran, rujukan fasilitas kesehatan, hingga status kepesertaan mereka.
Warga Tanjab Timur, Usman, menyatakan belum pernah menerima informasi resmi mengenai Program UHC, baik melalui pemerintah desa/kelurahan, puskesmas, maupun informasi lainnya. Kondisi ini menimbulkan kebingungan, terutama bagi warga yang belum terdaftar sebagai peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dan ingin mendapatkan layanan kesehatan gratis.
“Kami dengar ada program berobat gratis cukup dengan membawa KTP, tapi tidak tahu cara mendaftarnya ke mana, syaratnya apa, dan apakah langsung bisa digunakan atau tidak,” ujarnya, Sabtu (31/1/26).
Kondisi ini menunjukkan bahwa keberhasilan pemerintah daerah tidak hanya diukur dari capaian angka kepesertaan, tetapi juga dari tingkat pemahaman dan kemudahan akses masyarakat terhadap layanan kesehatan itu sendiri. Tanpa sosialisasi yang masif dan berkelanjutan, program UHC berpotensi tidak dirasakan manfaatnya secara optimal.
Pemerintah daerah melalui dinas kesehatan perlu meningkatkan edukasi melalui berbagai kanal, mulai dari pemerintah desa/kelurahan, puskesmas, media lokal, hingga pemanfaatan platform digital. Sosialisasi yang sederhana dan langsung menyentuh kebutuhan masyarakat dinilai menjadi kunci agar program UHC benar-benar berjalan efektif.
Dengan diraihnya UHC Award 2026, masyarakat berharap penghargaan tersebut tidak hanya menjadi simbol prestasi, tetapi juga menjadi momentum evaluasi dan perbaikan, sehingga seluruh warga Tanjab Timur dapat merasakan hak kesehatan secara adil, mudah, dan merata.






