Britajambi.id — Semangat kebersamaan dan pelestarian budaya kembali bergelora di Kelurahan Teluk Dawan, Kecamatan Muara Sabak Barat, Kabupaten Tanjab Timur.
Karang Taruna Rengas Kuning (KTRK) memastikan akan menggelar lomba pacu perahu tradisional di Sungai Teluk Dawan, pada H+2 Hari Raya Idul Fitri 1447 H, sebuah agenda tahunan yang sarat makna sosial dan budaya.
Bagi masyarakat bantaran sungai, pacu perahu bukan sekadar adu cepat di atas aliran air. Tradisi ini adalah ruang ekspresi kolektif yang menegaskan identitas kampung, memperkuat solidaritas, serta menjadi panggung silaturahmi lintas generasi saat momentum Lebaran.
Sungai Teluk Dawan sendiri selama ini tak hanya menjadi urat nadi transportasi dan aktivitas warga, tetapi juga ruang budaya yang menyatukan sejarah dan kebersamaan masyarakat.
Ketua Karang Taruna Rengas Kuning, Sudirman, menegaskan bahwa lomba pacu perahu tradisional memiliki makna yang jauh lebih dalam dibanding sekadar kompetisi.
“Kami ingin menghadirkan suasana Lebaran yang lebih semarak, sekaligus menghidupkan nilai-nilai gotong royong dan sportivitas di tengah masyarakat,” ujarnya kepada Britajambi.id, Minggu (22/2/26).
Menurut Sudirman, kegiatan ini dirancang sebagai ajang kebersamaan lintas generasi. Tim peserta direncanakan berasal dari berbagai RT di Teluk Dawan, sehingga kompetisi menjadi ruang interaksi sosial yang sehat dan produktif.
Antusiasme warga diprediksi tinggi, mengingat setiap kali pacu perahu digelar, ribuan pasang mata memadati tepian sungai untuk menyaksikan perahu-perahu melaju diiringi sorak dukungan.
Tak hanya berdampak sosial dan budaya, kegiatan ini juga diyakini memiliki efek ekonomi yang signifikan. Keramaian yang tercipta membuka peluang bagi pelaku UMKM, hingga usaha rumahan untuk meningkatkan pendapatan.
Perputaran ekonomi lokal diperkirakan tumbuh seiring meningkatnya jumlah pengunjung yang datang, baik dari dalam maupun luar wilayah Teluk Dawan.
Panitia membuka ruang partisipasi seluas-luasnya bagi masyarakat yang ingin terlibat sebagai pendukung acara. Selain itu, dukungan dari perusahaan-perusahaan yang beroperasi di wilayah Teluk Dawan dan sekitarnya sangat diharapkan, baik dalam bentuk sponsorship maupun bantuan fasilitas pendukung.
Keterlibatan dunia usaha dinilai sebagai bentuk sinergi konkret antara sektor swasta dan masyarakat dalam menjaga tradisi lokal.
“Kami percaya kolaborasi ini dapat memperkuat hubungan harmonis antara perusahaan dan warga, serta memberikan dampak sosial yang berkelanjutan. Karena itu, kami berharap partisipasi perusahaan untuk ikut menyukseskan tradisi lokal yang menjadi kebanggaan warga di sini,” tambah Sudirman.
Aspek keamanan dan keselamatan, kata Sudirman, juga menjadi prioritas utama panitia. Koordinasi dengan aparat terkait akan dilakukan guna memastikan kelancaran jalannya perlombaan, mengingat tingginya antusiasme masyarakat setiap kali agenda ini digelar.
Standar keselamatan peserta dan penonton akan diperhatikan secara ketat demi mencegah potensi risiko di tengah euforia perayaan.
Dengan semangat Idul Fitri yang menekankan nilai persaudaraan dan kebersamaan, lomba pacu perahu tradisional ini diharapkan menjadi simbol persatuan, sportivitas, serta kebanggaan budaya lokal.
Di atas riak Sungai Teluk Dawan, bukan hanya perahu yang akan berpacu, tetapi juga semangat kolektif warga untuk menjaga tradisi dan memperkuat jalinan sosial.
“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersinergi menyukseskan kegiatan ini demi Teluk Dawan yang semakin solid, berdaya, dan berbudaya,” tutupnya.
Editor : Pikur Pradana
Sumber Berita: Brita Jambi






