Britajambi.id – Kekhawatiran para wali murid SDN 32/X Teluk Dawan kian memuncak. Hingga saat ini, belum terlihat adanya langkah konkret dari Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Tanjab Timur untuk melakukan pemangkasan terhadap pohon tua berukuran besar yang berdiri tepat di depan gerbang sekolah tersebut.
Padahal, menurut sejumlah orang tua, kondisi pohon dinilai sudah mengkhawatirkan dan berpotensi membahayakan keselamatan siswa maupun pengguna jalan yang melintas.
Pohon dengan batang besar dan cabang menjulang tinggi itu berdiri persis di sisi jalan lintas yang padat aktivitas. Setiap hari, ratusan siswa keluar-masuk sekolah, bersamaan dengan arus kendaraan roda dua dan roda empat yang hilir mudik di depan gerbang.
Saat angin kencang dan hujan deras mengguyur, ranting-ranting pohon tampak bergoyang kuat. Beberapa cabang bahkan terlihat menjulur hingga mendekati badan jalan. Kondisi inilah yang memicu rasa waswas para orang tua.
“Setiap hari kami antar jemput anak lewat bawah pohon itu. Kalau hujan dan angin, rasanya tidak tenang. Cabangnya besar-besar. Apa harus menunggu ada korban dulu baru dipotong?” ujar Rajali saat di wawancarai Britajambi.id, Rabu (18/2/2026).
Menurut Rajali, kekhawatiran tersebut bukan persoalan baru. Ia mengaku telah beberapa kali menyampaikan keluhan secara lisan. Bahkan, persoalan ini juga sempat mencuat melalui pemberitaan media online dengan harapan ada respons cepat dari instansi berwenang.
“Sudah pernah disampaikan, bahkan sudah pernah diberitakan. Tapi sampai sekarang belum ada tindakan. Kami minta dipangkas karena itu berbahaya,” tambahnya.
Minimnya respons dari pihak berwenang memunculkan tanda tanya di tengah masyarakat mengenai kesigapan dinas terkait dalam merespons potensi risiko di fasilitas publik, terlebih yang berada di lingkungan sekolah.
Area depan sekolah merupakan ruang vital dengan mobilitas tinggi mulai dari jam masuk, waktu istirahat, hingga jam pulang yang semestinya mendapatkan perhatian khusus dalam aspek keselamatan.
Di sejumlah titik jalan lintas di Kabupaten Tanjab Timur, kasus pohon tumbang bukan hal baru. Beberapa peristiwa sebelumnya bahkan dilaporkan menyebabkan korban jiwa. Fakta tersebut menjadi alasan kuat bagi para wali murid untuk meminta langkah antisipatif sebelum insiden serupa terjadi di lingkungan sekolah.
“Kasus pohon tumbang yang menyebabkan korban jiwa bukanlah hal baru. Kami tidak ingin kejadian serupa terjadi lagi. Dengan kondisi begini harusnya ada tindakan,” tegas Udin, wali murid lainnya.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari Dinas Perkim mengenai rencana penanganan pohon tersebut. Britajambi.id masih berupaya melakukan konfirmasi guna memperoleh penjelasan dan tindak lanjut atas keluhan warga tersebut.






