Britajambi.id – Respons cepat ditunjukkan jajaran Polsek Rantau Rasau saat menerima laporan kebakaran hebat yang menghanguskan satu unit mobil Suzuki Carry di Jalan Lintas Desa Tri Mulya, RT 03 Dusun 4, Kecamatan Rantau Rasau, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, pada Minggu (17/5).
Dipimpin langsung Kapolsek Rantau Rasau, aparat kepolisian segera mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) usai mendapat informasi dari warga terkait insiden tersebut.
Mobil Suzuki Carry berwarna hitam dengan nomor polisi BH 8765 MD itu diketahui dikendarai oleh seorang pria berinisial AA (27), warga Jalan Dolok RT 03 RW 02, Kecamatan Muara Sabak Ulu. Berdasarkan keterangan di lapangan, peristiwa terjadi saat korban tengah melakukan perjalanan dari Kecamatan Sabak Timur menuju Kecamatan Nipah Panjang.
Saat melintas di wilayah Desa Tri Mulya, korban mendadak melihat kobaran api muncul dari bagian bak belakang mobil melalui kaca spion. Menyadari adanya kebakaran, pengemudi langsung menghentikan kendaraan dan berupaya menyelamatkan diri.
Namun derasnya hembusan angin membuat api dengan cepat membesar dan melalap hampir seluruh badan kendaraan. Situasi semakin sulit dikendalikan lantaran mobil tersebut diduga membawa muatan bahan bakar minyak (BBM), sehingga api berkobar lebih hebat.
Dugaan sementara, kebakaran dipicu akibat korsleting arus listrik pada kendaraan. Tidak hanya menghanguskan mobil, insiden itu juga menyebabkan kabel listrik milik PLN di sekitar lokasi ikut terbakar akibat jilatan api.
Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Dua warga setempat, masing-masing SA (35) dan SD (39), turut menjadi saksi mata dalam peristiwa itu.
Kapolsek Rantau Rasau bersama anggotanya langsung melakukan pengamanan lokasi, memasang garis polisi (police line), serta melakukan pendataan awal guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut. Pihak kepolisian juga segera melaporkan kejadian tersebut kepada pimpinan sebagai langkah penanganan lanjutan.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi para pengendara untuk selalu memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan aman sebelum melakukan perjalanan, terutama terkait instalasi kelistrikan dan pengangkutan bahan yang mudah terbakar. (Red)






