Asbun, Kades Pandan Sejahtera Sebut Pekerjaan Pengecoran Konstruksi Beton di Tanjab Timur Gunakan Air Parit 

Avatar

- Redaksi

Minggu, 20 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Kantor Desa Pandan Sejahtera (ist)

Foto : Kantor Desa Pandan Sejahtera (ist)

Britajambi.id – Pernyataan Kades Pandan Sejahtera yang menyebut bahwa pekerjaan konstruksi beton di kabupaten Tanjab Timur menggunakan air parit menuai reaksi dari kontraktor di Tanjab Timur, Minggu (20/7/2025).

Hal ini dikatakan Purwadi saat dikonfirmasi terkait pekerjaan lapangan bola Volly di desa Pandan Sejahtera yang menggunakan air parit untuk pengecoran konstruksi beton.

Menurutnya, semua pekerjaan pengecoran beton di Tanjab Timur pasti menggunakan air parit. Hal ini karena susahnya mencari sumber mata air.

“Sekarang logika bang kalau gak gunakan air di parit mau pakek air apa, mungkin semua di Tanjabtim kalau ngecor aku pastikan pakek air parit bang,” kata Kades Purwadi meyakinkan keterangannya.

“Dikarenakan sumber mata air kan dak ado bang,” sambung Purwadi menjelaskan.

Tak hanya Kades, ketua Tim Pengelola Kegiatan (TPK) desa Pandan Sejahtera, Waska dalam keterangannya juga mengatakan bahwa sudah biasa menggunakan air parit pada bangunan beton di desa Pandan Sejahtera. Bahkan sebutnya, pihak Kecamatan, Dinas PMD maupun Inspektorat Tanjab Timur sudah mengetahui hal itu.

“Orang-orang Desa, Kecamatan, PMD dan Inspektorat pun mengetahui kalau selama ini kami memakai air parit, dan sepertinya tidak ada masalah,” jelasnya, seperti dikutip dari Abinews.id

Menanggapi hal itu, kontraktor di Tanjab Timur membantah atas tuduhan Kades tersebut. Ia menyebut bahwa menggunakan air parit untuk pengecoran konstruksi beton tidak disarankan. Karena kondisi air parit yang mengandung zat dapat menurunkan kualitas beton itu sendiri.

“Air parit memang tidak dibolehkan, apalagi air yang mengandung zat asam tinggi. Jika ini dicampur dengan adukan semen dipastikan akan berdampak pada mutu dan kualitas bangunan yang dibuat,” katanya.

Ia menambahkan, pembangunan menggunakan air parit untuk dicampur dengan material lain cenderung mempengaruhi reaksi kimia semen yang dapat menyebabkan beton menjadi retak.

“Kualitas air yang buruk dapat menyebabkan beton menjadi retak dan tidak bertahan lama,” tutupnya.

Follow WhatsApp Channel britajambi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DPRD Tanjab Timur Turun Tangan Cek Kerusakan Jembatan Muara Sabak Usai Ditabrak Tongkang Batu Bara
Sabet WTP ke-9 Beruntun, Bupati Dillah Tegaskan Anggaran Harus Jadi Cambuk Kesejahteraan Rakyat
Ketua DPD NasDem Tanjab Timur Sampaikan Ucapan Selamat Hari Raya Idul Adha 1447 H, Ajak Masyarakat Perkuat Kepedulian dan Persatuan
Miris! Diduga Demi Kepentingan Korporasi, Kades Mendahara Tengah Setujui Bongkar Jembatan Dana Negara Senilai Hampir Setengah Miliar
Perkuat Sinergi Penegakan Hukum, Koti Pemuda Pancasila Tanjab Timur Sambangi Kejari
Kapolres dan Bupati Tanjab Timur Lepas Calon Jemaah Haji, Suasana Haru Iringi Keberangkatan Tamu Allah
SMAN 8 Tanjab Timur Ukir Sejarah di FLS3N 2026, Borong 6 Gelar Juara 1 dan Resmi Jadi Juara Umum
Bupati Dillah Resmi Buka O2SN dan FLS3N 2026 Tanjab Timur, Ratusan Pelajar Adu Prestasi dan Kreativitas

Berita Terkait

Senin, 15 Juni 2026 - 20:10 WIB

DPRD Tanjab Timur Turun Tangan Cek Kerusakan Jembatan Muara Sabak Usai Ditabrak Tongkang Batu Bara

Selasa, 2 Juni 2026 - 17:43 WIB

Sabet WTP ke-9 Beruntun, Bupati Dillah Tegaskan Anggaran Harus Jadi Cambuk Kesejahteraan Rakyat

Rabu, 27 Mei 2026 - 11:06 WIB

Ketua DPD NasDem Tanjab Timur Sampaikan Ucapan Selamat Hari Raya Idul Adha 1447 H, Ajak Masyarakat Perkuat Kepedulian dan Persatuan

Kamis, 21 Mei 2026 - 11:06 WIB

Miris! Diduga Demi Kepentingan Korporasi, Kades Mendahara Tengah Setujui Bongkar Jembatan Dana Negara Senilai Hampir Setengah Miliar

Rabu, 20 Mei 2026 - 20:49 WIB

Perkuat Sinergi Penegakan Hukum, Koti Pemuda Pancasila Tanjab Timur Sambangi Kejari

Berita Terbaru