Britajambi.id – Pasca insiden ditabraknya tiang fender Jembatan Muara Sabak oleh tongkang pengangkut batu bara beberapa hari lalu, jajaran pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjab Timur) turun langsung ke lokasi guna memastikan kondisi terkini jembatan yang menjadi akses vital masyarakat, Senin (15/6/2026).
Rombongan yang dipimpin Ketua DPRD Tanjab Timur, Hj. Zilawati, dan Wakil Ketua II, Hj Siti Aminah, bersama sejumlah anggota DPRD lainnya, melakukan inspeksi langsung hingga ke bagian bawah jembatan untuk melihat secara detail dampak benturan terhadap struktur pengaman jembatan.
Dalam keterangannya, Ketua DPRD, Hj Zilawati menegaskan bahwa langkah turun langsung ke lapangan merupakan bentuk tanggung jawab dewan dalam memastikan keamanan fasilitas publik, terutama jembatan yang menjadi urat nadi aktivitas masyarakat Muara Sabak dan sekitarnya.
“Kami dari Dewan Perwakilan Rakyat bersama rombongan turun langsung ke titik lokasi untuk melihat sendiri tingkat kerusakan yang terjadi dan memastikan proses penanganan bisa berjalan cepat. Jembatan ini merupakan jalur vital masyarakat, baik untuk aktivitas sehari-hari, akses sekolah, distribusi barang, hingga mobilitas ekonomi warga,” ujar Zilawati.
Terkait tindak lanjut atas insiden tersebut, Zilawati mengungkapkan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Dinas PUPR daerah, serta pihak perusahaan pemilik tongkang yang terlibat dalam insiden.
Menurutnya, pihak perusahaan telah menyatakan kesiapan untuk bertanggung jawab dan melakukan perbaikan. Namun demikian, proses teknis tetap harus mengacu pada hasil evaluasi dan arahan dari Kementerian PUPR, mengingat spesifikasi pembangunan jembatan berasal dari pemerintah pusat.
“Pihak perusahaan kooperatif dan bersedia memperbaiki. Tapi kita tetap harus mengacu kepada Kementerian PUPR, karena kita khawatir jika teknis perbaikannya tidak sesuai standar. Saat ini Dinas PUPR Tanjab Timur juga sudah berkoordinasi dengan kementerian, dan dalam waktu dekat pihak kementerian akan turun langsung melakukan pengecekan kondisi jembatan serta tingkat kerusakannya,” jelasnya.
Dari hasil pengecekan awal, Zilawati menyebutkan bahwa bagian yang mengalami benturan adalah fender, yakni besi pelindung tiang utama jembatan. Beberapa bagian diketahui terlepas akibat hantaman tongkang.
“Yang terdampak itu fender-nya, sebagai pelindung tiang utama. Ada beberapa bagian yang lepas. Namun untuk tiang utama jembatan, Insyaallah dalam kondisi aman. Intinya pihak kapal berkomitmen untuk memperbaiki, dan kami dari DPRD akan terus mengawal serta memantau proses ini,” tegasnya.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk insan pers, untuk bersama-sama mengawasi proses perbaikan agar berjalan transparan dan sesuai standar keselamatan.
“Ini kampung kita, jembatan ini juga salah satu ikon Kabupaten Tanjab Timur. Maka sudah menjadi tanggung jawab bersama untuk menjaga dan mengawalnya,” pungkasnya.
Turut hadir dalam peninjauan tersebut di antaranya anggota DPRD Tanjab Timur, Indarto, Muhammad Guntur, Ruziansyah, Kepala Dinas PUPR Tanjab Timur, Dedi Novrianika, Sekretaris Dinas Perhubungan, serta perwakilan dari pihak pemilik kapal.
Insiden ini menjadi perhatian serius mengingat Jembatan Muara Sabak merupakan salah satu infrastruktur strategis yang menghubungkan berbagai aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat di wilayah Kabupaten Tanjab Timur. Masyarakat berharap penanganan dapat dilakukan cepat agar keamanan dan kelancaran akses tetap terjamin. (Red)






