Britajambi.id – Kelurahan Teluk Dawan dikenal sebagai salah satu wilayah bantaran sungai yang hingga kini masih teguh menjaga tradisi leluhur, salah satunya adalah lomba pacu perahu tradisional.
Tradisi ini telah berlangsung sejak puluhan tahun silam dan menjadi bagian tak terpisahkan dari sejarah serta identitas masyarakat setempat.
Menurut cerita para tetua kampung, pacu perahu awalnya bukan sekadar ajang perlombaan, melainkan sarana mempererat kebersamaan warga disana.
Pada masa lalu, perahu digunakan sebagai alat utama transportasi dan mata pencaharian. Dari situlah muncul kebiasaan mengadu kecepatan dan ketangkasan mendayung, yang kemudian berkembang menjadi perlombaan rakyat setiap momen tertentu.
Seiring berjalannya waktu, lomba pacu perahu tradisional di Teluk Dawan kerap digelar untuk memeriahkan hari besar, seperti hari raya Idul Fitri. Perahu-perahu kayu yang digunakan tetap mempertahankan bentuk tradisional, mencerminkan kearifan lokal dan keterampilan pengrajin perahu setempat.
Menariknya, tradisi ini tidak hanya diminati oleh kalangan orang tua, tetapi juga generasi muda. Para pemuda di Teluk Dawan dilibatkan secara aktif, baik sebagai peserta lomba maupun panitia pelaksana.
Hal ini menjadi bukti bahwa nilai-nilai budaya yang terkandung dalam pacu perahu masih relevan dan diterima lintas generasi. Selain sebagai ajang olahraga tradisional, pacu perahu juga menjadi wadah memperkuat rasa persatuan, sportivitas, dan kecintaan terhadap budaya lokal.
Masyarakat berharap tradisi ini terus dilestarikan dan mendapat dukungan, sehingga tidak hanya bertahan sebagai warisan sejarah, tetapi juga mampu menjadi daya tarik budaya di masa mendatang.
Dengan semangat kebersamaan dan komitmen masyarakatnya, tradisi lomba pacu perahu di Kelurahan Teluk Dawan hingga kini tetap terjaga, menjadi saksi hidup perjalanan sejarah dan kekayaan budaya daerah bantaran sungai tersebut.






