Sungai Teluk Dawan: Aliran Sungai Dikepung Perkebunan Sawit, Habitat Buaya Masuk ke Permukiman Warga

Avatar

- Redaksi

Minggu, 18 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Britajambi.id – Sungai Teluk Dawan yang selama puluhan tahun menjadi sumber kehidupan masyarakat kini menghadapi tekanan serius akibat maraknya aktivitas perusahaan perkebunan kelapa sawit di sepanjang aliran sungai.

Pembukaan lahan skala besar dan perubahan bentang alam diduga kuat menjadi penyebab terganggunya habitat buaya muara, sehingga satwa liar tersebut mulai masuk ke wilayah permukiman warga.

Pantauan di lapangan, sebagian besar bantaran Sungai Teluk Dawan kini telah berubah menjadi areal perkebunan sawit. Vegetasi alami seperti hutan rawa yang sebelumnya menjadi tempat berlindung dan berkembang biak buaya semakin menyempit. Akibatnya, buaya kerap terlihat mendekati rumah warga, hingga lokasi aktivitas harian masyarakat.

“Kami sekarang takut ke sungai. Buaya sering muncul ke permukiman,” ujar Ridwan, Minggu (18/1/2026).

BACA JUGA :  Pelantikan DPD PPWI Jambi: Menyalakan Mercusuar Integritas di Tengah Derasnya Arus Informasi Digital

Ia mengatakan, dalam beberapa bulan terakhir warga beberapa kali melihat buaya berukuran besar muncul ke permukaan air, terutama saat pagi dan sore hari. Ia menilai aktivitas perusahaan perkebunan sawit di sepanjang sungai telah mengubah ekosistem secara signifikan.

Selain pembukaan lahan, lalu lintas perahu pengangkut hasil kebun juga membuat buaya kehilangan wilayah jelajah alaminya. Kondisi ini memaksa satwa tersebut bergerak ke area yang lebih dekat dengan manusia untuk mencari tempat aman dan sumber makanan.

Ridwan menyebutkan bahwa dulunya buaya jarang terlihat di sekitar permukiman.

“Dulu buaya lebih banyak di bagian hulu dan kawasan hutan. Sekarang, karena hutan di pinggir sungai sudah jadi kebun sawit, buaya tidak punya pilihan selain turun ke kampung,” ungkapnya.

BACA JUGA :  Kecamatan Muara Sabak Barat Gelar Musrenbang, Camat Tegaskan Pembangunan Harus Berbasis Kebutuhan Riil Warga

Ia menilai, kasus Sungai Teluk Dawan menjadi contoh nyata dampak alih fungsi lahan yang tidak terkendali. Tanpa pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan dan pengawasan ketat terhadap aktivitas perkebunan, konflik manusia dan satwa liar berpotensi semakin sering terjadi.

Kini, Sungai Teluk Dawan berada dalam kondisi rawan. Di satu sisi, sungai tetap menjadi tumpuan hidup warga. Di sisi lain, tekanan industri perkebunan telah mengusik keseimbangan alam.

Warga berharap adanya solusi nyata agar keamanan permukiman terjamin tanpa mengorbankan kelestarian habitat buaya dan ekosistem sungai secara keseluruhan.

Apa Pendapat Anda Terkait Berita Ini?
Follow WhatsApp Channel britajambi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sambut Ramadhan 1447 H, Warga Teluk Dawan Gelar Kerja Bakti, Tahlilan dan Doa Bersama di TPU
Kecamatan Muara Sabak Barat Gelar Musrenbang, Camat Tegaskan Pembangunan Harus Berbasis Kebutuhan Riil Warga
Musrenbang Kecamatan Nipah Panjang Berjalan Lancar, Edi Mubarak Tekankan Konsistensi Realisasi Usulan Masyarakat
Polres Tanjab Timur Gelar Operasional Februari, Evaluasi Kinerja dan Situasi Kamtibmas
Kades di Mendahara Pilih Walk Out dari Musrenbang, Dinilai Tak Elok sebagai Pejabat Publik
Camat Muara Sabak Barat Gelar Rakor Bersama Lurah, RW, dan RT Bahas Isu Strategis Pertanahan 
Kapolres Tanjab Timur Imbau Masyarakat Tidak Lakukan Pertambangan Tanpa Izin
Wakil Bupati Tanjab Timur Pimpin Langsung Gotong Royong di Pasar Tradisional Muara Sabak Barat 

Berita Terkait

Sabtu, 14 Februari 2026 - 08:43 WIB

Sambut Ramadhan 1447 H, Warga Teluk Dawan Gelar Kerja Bakti, Tahlilan dan Doa Bersama di TPU

Jumat, 13 Februari 2026 - 13:25 WIB

Kecamatan Muara Sabak Barat Gelar Musrenbang, Camat Tegaskan Pembangunan Harus Berbasis Kebutuhan Riil Warga

Rabu, 11 Februari 2026 - 14:10 WIB

Polres Tanjab Timur Gelar Operasional Februari, Evaluasi Kinerja dan Situasi Kamtibmas

Rabu, 11 Februari 2026 - 06:40 WIB

Kades di Mendahara Pilih Walk Out dari Musrenbang, Dinilai Tak Elok sebagai Pejabat Publik

Selasa, 10 Februari 2026 - 17:10 WIB

Camat Muara Sabak Barat Gelar Rakor Bersama Lurah, RW, dan RT Bahas Isu Strategis Pertanahan 

Berita Terbaru