Britajambi.id – Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjung Jabung Timur menggelar Rapat Koordinasi Tim Pengawas Aliran Kepercayaan dan Aliran Keagamaan dalam Masyarakat (PAKEM), Selasa (3/11/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Camat Geragai, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Provinsi Jambi, tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat koordinasi lintas instansi dalam memantau perkembangan aliran kepercayaan dan aliran keagamaan di tengah masyarakat.
Rapat koordinasi ini merupakan bentuk komitmen Kejaksaan bersama unsur terkait untuk meningkatkan sinergitas, komunikasi, serta pengawasan terhadap berbagai dinamika kehidupan beragama dan kepercayaan, khususnya di wilayah Kabupaten Tanjung Jabung Timur.
Selain sebagai wadah koordinasi, pertemuan tersebut juga menjadi forum strategis untuk bertukar informasi, menyamakan persepsi, serta membahas perkembangan situasi dan kondisi kehidupan masyarakat.
Langkah ini dinilai penting dalam mendukung deteksi dini terhadap potensi permasalahan yang dapat berdampak pada ketertiban, ketenteraman, serta kerukunan masyarakat.
Dalam pelaksanaannya, Tim PAKEM diharapkan mampu menjalankan tugas dan fungsi masing-masing secara optimal dengan mengedepankan koordinasi dan pendekatan persuasif serta dialogis.
Pengawasan juga perlu dilakukan secara proporsional dengan tetap menghormati hak dan kebebasan setiap warga negara dalam menjalankan agama maupun kepercayaannya sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
Melalui kegiatan tersebut, Kepala Kejaksaan Negeri Tanjung Jabung Timur, Anto Widi Nugroho, S.H., M.H., melalui Kasi Intelijen Kejari Tanjab Timur, Rahmad Abdul, S.H., berharap koordinasi dan sinergitas antara aparat penegak hukum, pemerintah daerah, serta instansi terkait semakin solid.
Menurutnya, kolaborasi lintas sektor sangat diperlukan untuk mengantisipasi berbagai potensi gangguan terhadap kerukunan umat beragama sekaligus menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat.
“Kami berkomitmen untuk terus mendukung terciptanya situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif, serta menjaga nilai-nilai toleransi, persatuan, dan kerukunan antarumat beragama di Kabupaten Tanjung Jabung Timur,” ujar Rahmad Abdul.
Ia berharap, melalui Rapat Koordinasi Tim PAKEM Tahun 2026 ini, terbangun koordinasi yang kuat, solid, dan berkelanjutan antara seluruh unsur yang terlibat.
Dengan demikian, upaya menjaga kehidupan masyarakat yang aman, damai, harmonis, dan kondusif dapat berjalan secara berkesinambungan, dengan tetap menjunjung tinggi toleransi serta menghormati keberagaman di tengah masyarakat. (Jhon)







