Kades di Mendahara Pilih Walk Out dari Musrenbang, Dinilai Tak Elok sebagai Pejabat Publik

Avatar

- Redaksi

Rabu, 11 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Britajambi.id – Sikap sejumlah Kepala Desa di Kecamatan Mendahara, Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjab Timur), menuai sorotan tajam.

Mereka memilih walk out saat pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tahun 2026, Kecamatan Mendahara, sebuah forum resmi yang semestinya menjadi ruang dialog dan penyerapan aspirasi masyarakat.

Peristiwa tersebut terjadi di tengah berlangsungnya agenda Musrenbang yang dihadiri unsur pemerintah kecamatan, perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), para Kepala Desa, tokoh masyarakat, serta pemangku kepentingan lainnya.

Tindakan ini dinilai mencederai semangat musyawarah yang menjadi roh utama dalam proses perencanaan pembangunan daerah.

Sebagai Kepala Desa, sikap walk out tersebut dianggap tidak mencerminkan kedewasaan, serta keteladanan seorang pejabat publik.

Musrenbang sejatinya merupakan wadah resmi untuk menyampaikan perbedaan pandangan secara terbuka dan konstruktif, bukan justru meninggalkan forum ketika terjadi dinamika atau ketidaksepahaman.

“Apapun alasannya, meninggalkan forum resmi seperti Musrenbang bukan sikap yang elok. Seharusnya disampaikan lewat mekanisme musyawarah, bukan dengan walk out,” ujar Aktivis Tanjab Timur, Rajali.

BACA JUGA :  Kapolres Tanjab Timur Pimpin Tes Urine Seluruh Personel, Tegaskan Perang terhadap Narkoba, Judi Online, dan Miras

Sikap tersebut juga dinilai berpotensi menimbulkan preseden buruk. Seorang Kepala Desa seharusnya tampil sebagai figur pemersatu dan contoh dalam menjaga marwah forum perencanaan, sekaligus memperjuangkan aspirasi desa dengan cara yang elegan dan bermartabat.

Musrenbang kecamatan sendiri merupakan tahapan penting dalam sistem perencanaan pembangunan daerah yang telah diatur dalam regulasi. Forum ini berfungsi sebagai ruang sinkronisasi antara usulan desa dan kebijakan pemerintah daerah. Ketidakhadiran atau sikap tidak kooperatif dari salah satu pemangku kepentingan berpotensi menghambat terwujudnya perencanaan pembangunan yang partisipatif, transparan, dan berkeadilan.

Diketahui, keputusan 5 Kepala Desa di Mendahara termasuk Ketua APDESI Tanjab Timur, Amirudin untuk meninggalkan forum dipicu oleh rasa kekecewaan. Amir menilai Desa Merbau yang dipimpinnya tidak mendapatkan perhatian pembangunan dari hasil Musrenbang kecamatan selama dua tahun terakhir.

BACA JUGA :  Kapolres Tanjab Timur Pimpin Tes Urine Seluruh Personel, Tegaskan Perang terhadap Narkoba, Judi Online, dan Miras

“Jika usulan desa terus-menerus diinjak-injak dan diabaikan begitu saja, kami harus mempertanyakan—ke arah mana sebenarnya anggaran dibelanjakan? Dan siapa yang sesungguhnya menentukan prioritas pembangunan di sini?” ujar Amirudin, seperti dikutip dari CekiNews.com, pada Rabu (11/2/26).

Meski demikian, publik menilai kekecewaan tersebut semestinya disalurkan melalui mekanisme dialog dan forum resmi yang tersedia, bukan dengan tindakan meninggalkan agenda penting. Sebagai pelayan masyarakat, pejabat publik dituntut mengedepankan sikap dewasa, dialogis, serta menjunjung tinggi etika pemerintahan.

Perbedaan pandangan merupakan hal yang lumrah dalam proses demokrasi dan perencanaan pembangunan. Namun, penyelesaiannya harus tetap berada dalam koridor musyawarah dan tanggung jawab publik, demi menjaga marwah forum resmi serta kepercayaan masyarakat terhadap proses pembangunan daerah.

Follow WhatsApp Channel britajambi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bupati Dillah Siap Dukung Investasi Limbah Kelapa 
Bupati Dillah: Tidak Boleh Ada Ruang Pungli Bagi Investasi
Lowongan Kerja PT PAS Tuai Sorotan, Rekrutmen Disebut Hanya untuk Dua Kelurahan, Warga Pertanyakan Kesempatan Kerja
Ketua Bawaslu Tanjab Timur Hadiri Hari Bhayangkara ke-80, Tegaskan Sinergi Lintas Sektor Kunci Stabilitas Daerah
Bupati Dillah Apresiasi Progres Pembangunan Sekolah Rakyat di Geragai
Bawaslu Tanjab Timur Cetak Kader Pengawas Partisipatif, Perkuat Benteng Demokrasi Jelang Pemilu
Turnamen Camat Cup III Resmi Dibuka, Muara Sabak Barat Bergemuruh oleh Semangat Sportivitas dan Kebersamaan
Belajar dari Kota Gudeg: Ikhtiar Dillah dan Zilawati Merajut Formula Kesejahteraan Tanjab Timur

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 20:00 WIB

Bupati Dillah Siap Dukung Investasi Limbah Kelapa 

Rabu, 15 Juli 2026 - 13:28 WIB

Bupati Dillah: Tidak Boleh Ada Ruang Pungli Bagi Investasi

Kamis, 9 Juli 2026 - 08:32 WIB

Lowongan Kerja PT PAS Tuai Sorotan, Rekrutmen Disebut Hanya untuk Dua Kelurahan, Warga Pertanyakan Kesempatan Kerja

Rabu, 1 Juli 2026 - 13:39 WIB

Ketua Bawaslu Tanjab Timur Hadiri Hari Bhayangkara ke-80, Tegaskan Sinergi Lintas Sektor Kunci Stabilitas Daerah

Selasa, 30 Juni 2026 - 16:44 WIB

Bupati Dillah Apresiasi Progres Pembangunan Sekolah Rakyat di Geragai

Berita Terbaru

Tanjab Timur

Bupati Dillah Siap Dukung Investasi Limbah Kelapa 

Selasa, 21 Jul 2026 - 20:00 WIB

Tanjab Timur

Bupati Dillah: Tidak Boleh Ada Ruang Pungli Bagi Investasi

Rabu, 15 Jul 2026 - 13:28 WIB