Dua Sepeda Motor Bertabrakan di Depan SDN 32/X Teluk Dawan, Diduga Akibat Rubber Speed Hump Tak Menutup Penuh Badan Jalan

Avatar

- Redaksi

Rabu, 11 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Britajambi.id – Kecelakaan lalu lintas kembali terjadi di ruas jalan kecamatan, tepatnya di depan SDN 32/X Kelurahan Teluk Dawan, Kecamatan Muara Sabak Barat, Kabupaten Tanjab Timur, Rabu (11/2/2026).

Insiden yang berlangsung pada jam sibuk aktivitas warga itu melibatkan dua unit sepeda motor yang melaju dari arah berlawanan, masing-masing dari arah Dendang dan Parit Culum 1.

Benturan keras yang terdengar di depan lingkungan sekolah dasar tersebut sontak mengundang perhatian warga sekitar.

Sejumlah warga bergegas mendatangi lokasi dan memberikan pertolongan awal kepada para pengendara yang terlibat sebelum akhirnya dilarikan ke RSUD Nurdin Hamzah untuk mendapatkan penanganan medis.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, kecelakaan diduga dipicu oleh alat pembatas kecepatan (rubber speed hump) yang tidak menutup seluruh badan jalan. Pembatas kecepatan itu hanya terpasang di sebagian ruas, sementara sisi lainnya dibiarkan tanpa penghalang.

Kondisi tersebut dinilai menjadi celah yang berpotensi membahayakan. Kedua pengendara yang datang dari arah berlawanan diduga sama-sama berupaya menghindari jalur yang terdapat rubber speed hump guna mengurangi guncangan saat melintas.

Mereka kemudian mengambil sisi jalan yang tidak dilengkapi pembatas. Nahas, pada titik yang sama kedua kendaraan bertemu dan tabrakan pun tak terhindarkan.

BACA JUGA :  Hakim Nyatakan Tak Terbukti, Terdakwa Afrizal Bebas dari Jerat Narkotika, Sahroni: Putusan Ini Bukti Keadilan Masih Tegak

Lokasi kejadian yang berada persis di depan sekolah menambah sorotan publik. Kawasan pendidikan seharusnya menjadi zona dengan standar keselamatan ekstra, termasuk penataan fasilitas lalu lintas yang sesuai regulasi teknis.

Namun, pembatas kecepatan yang tidak memenuhi lebar badan jalan justru diduga menciptakan risiko baru dan memicu pengendara saling berebut jalur.

Salah seorang warga Teluk Dawan, Sahrul, mendesak agar pihak terkait segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap fasilitas keselamatan jalan tersebut.

“Kita berharap pihak terkait segera melakukan pemasangan alat pembatas kecepatan secara utuh agar hal demikian tidak terjadi lagi,” ujarnya.

Menurutnya, pembatas kecepatan semestinya sesuai standar teknis dan menutup seluruh badan jalan agar fungsi utamanya—memperlambat kendaraan secara aman—dapat berjalan optimal tanpa menimbulkan potensi kecelakaan.

Peristiwa ini memicu kekhawatiran masyarakat, mengingat ruas jalan tersebut merupakan akses utama warga sekaligus jalur yang rutin dilintasi anak-anak sekolah, terutama pada jam masuk dan pulang sekolah.

Warga berharap ada respons cepat dari instansi berwenang, baik dalam bentuk perbaikan fasilitas maupun evaluasi menyeluruh terhadap desain rubber speed hump di kawasan tersebut.

BACA JUGA :  Hakim Nyatakan Tak Terbukti, Terdakwa Afrizal Bebas dari Jerat Narkotika, Sahroni: Putusan Ini Bukti Keadilan Masih Tegak

Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Perhubungan Tanjab Timur, H. Taufik, mengimbau masyarakat agar tetap berhati-hati saat berkendara, khususnya ketika melintasi pembatas kecepatan.

“Apabila akan melintasi pembatas kecepatan, tetap fokus dan konsentrasi, kurangi kecepatan, dan tetap berada di jalur seharusnya. Tidak diperbolehkan mengambil jalur arah berlawanan,” tegas Taufik.

Terkait salah satu sisi pembatas kecepatan yang dilaporkan hilang atau terlepas di jalan lintas Kelurahan Teluk Dawan, pihak Dinas Perhubungan menyatakan akan segera melakukan perbaikan.

“Keselamatan adalah tanggungjawab bersama, selalu patuh pada aturan lalu-lintas demi diri sendiri dan pengguna jalan lainnya,” tambahnya.

Insiden ini menjadi pengingat bahwa keselamatan lalu lintas tidak hanya bergantung pada kedisiplinan pengendara, tetapi juga pada kualitas serta standar infrastruktur yang tersedia. Ketidaktepatan fasilitas keselamatan dapat berujung pada konsekuensi serius.

Evaluasi menyeluruh terhadap sarana pengendali kecepatan di kawasan rawan, khususnya di zona pendidikan, menjadi langkah mendesak demi mencegah kejadian serupa terulang kembali.

Follow WhatsApp Channel britajambi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Hakim Nyatakan Tak Terbukti, Terdakwa Afrizal Bebas dari Jerat Narkotika, Sahroni: Putusan Ini Bukti Keadilan Masih Tegak
Gudang Distributor Semen di Nibung Putih Disorot, Isu Ketenagakerjaan hingga Perizinan Operasional Minta Penjelasan
Kapolres Tanjab Timur Tinjau Langsung Pembangunan SPPG Rantau Rasau, Tegaskan Komitmen Kualitas dan Ketepatan Waktu
Rajut Kebersamaan di Bulan Suci, Polda Jambi Perkuat Sinergitas Forkopimda dan Elemen Masyarakat Jaga Kamtibmas
Ratusan Hektare Sawit di Teluk Dawan Diduga Dikuasai Pribadi Tanpa Legalitas Perusahaan, Warga Desak Penertiban
Pemerintah Tetapkan 1 Ramadhan 1447 H Jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026
Empat Dapur SPPG di Tanjab Timur Tutup, Rajali: Jangan Jadikan Anak-Anak Korban Konflik Internal
Pelantikan DPD PPWI Jambi: Menyalakan Mercusuar Integritas di Tengah Derasnya Arus Informasi Digital

Berita Terkait

Senin, 9 Maret 2026 - 15:47 WIB

Hakim Nyatakan Tak Terbukti, Terdakwa Afrizal Bebas dari Jerat Narkotika, Sahroni: Putusan Ini Bukti Keadilan Masih Tegak

Sabtu, 7 Maret 2026 - 17:16 WIB

Gudang Distributor Semen di Nibung Putih Disorot, Isu Ketenagakerjaan hingga Perizinan Operasional Minta Penjelasan

Selasa, 3 Maret 2026 - 15:33 WIB

Kapolres Tanjab Timur Tinjau Langsung Pembangunan SPPG Rantau Rasau, Tegaskan Komitmen Kualitas dan Ketepatan Waktu

Kamis, 26 Februari 2026 - 21:40 WIB

Rajut Kebersamaan di Bulan Suci, Polda Jambi Perkuat Sinergitas Forkopimda dan Elemen Masyarakat Jaga Kamtibmas

Rabu, 25 Februari 2026 - 15:25 WIB

Ratusan Hektare Sawit di Teluk Dawan Diduga Dikuasai Pribadi Tanpa Legalitas Perusahaan, Warga Desak Penertiban

Berita Terbaru