Britajambi.id – Dalam upaya menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang diprediksi meningkat akibat dampak musim kemarau dan fenomena El Nino ekstrem, Kepolisian Resor Tanjung Jabung Timur (Polres Tanjab Timur) menggelar Apel Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana Karhutla, Senin (27/4/2026).
Kegiatan yang berlangsung di lapangan Mapolres Tanjab Timur tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Tanjab Timur AKBP Ade Candra, S.P., S.I.K, sebagai bentuk komitmen nyata dalam menjaga wilayah Kabupaten Tanjung Jabung Timur dari ancaman bencana tahunan yang berpotensi merugikan masyarakat luas.
Apel kesiapsiagaan itu turut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta berbagai instansi terkait, di antaranya Asisten I Pemerintahan dan Kesra Suhas Puronjani, S.Sos, Kepala Dinas Perhubungan H. Taufik Hidayat, S.S.T.P, Kepala Pelaksana BPBD Amry Juhardy, S.IP, Kasat Pol PP dan Damkar Gustin Wahyudi, S.STP., M.M, Waka Polres Kompol M. Ridha, M.M, Danramil 419-01/Muara Sabak Kapten Inf. Zulkarnain, S.H, perwakilan Pengadilan Negeri Tanjab Timur, PT Petro China, serta personel gabungan dari TNI, BPBD, Manggala Agni, Basarnas, Dishub, Damkar dan stakeholder lainnya.
Dalam amanatnya, Kapolres menegaskan bahwa apel kesiapsiagaan ini merupakan langkah preemtif dan strategis dalam menghadapi potensi karhutla yang diperkirakan meningkat memasuki musim kemarau.
“Apel kesiapsiagaan ini menjadi langkah preemtif utama dalam menghadapi potensi gangguan, khususnya karhutla di Kabupaten Tanjab Timur. Oleh karena itu, penanganannya harus dilakukan sejak dini dengan mengedepankan upaya pencegahan,” ujar Kapolres.
Ia juga menyampaikan, berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), potensi kebakaran hutan dan lahan diperkirakan meningkat hingga akhir September mendatang. Karena itu, seluruh personel diminta meningkatkan kewaspadaan serta kecepatan merespons perkembangan titik panas (hotspot).
“Kita harus siap menghadapi potensi karhutla yang diperkirakan meningkat mulai Mei hingga September. Kesiapsiagaan harus cepat, tepat, dan terukur, dengan memperhatikan perkembangan hotspot yang ada saat ini,” tegasnya.
Kapolres menekankan bahwa karhutla bukan hanya persoalan kebakaran semata, namun berdampak besar terhadap berbagai sektor kehidupan masyarakat. Mulai dari kerusakan lingkungan, kabut asap yang mengganggu kesehatan, terganggunya transportasi darat maupun udara, hingga menurunnya aktivitas ekonomi dan stabilitas sosial.
“Dampak karhutla sangat luas. Ini menjadi tanggung jawab bersama yang harus kita tangani secara serius,” katanya.
Meski tantangan di lapangan cukup berat dan berisiko tinggi, Kapolres optimistis seluruh unsur yang terlibat mampu menjalankan tugas dengan maksimal melalui kerja sama, kekompakan, dan profesionalisme.
“Tugas ini memang tidak ringan, namun dengan komitmen, kebersamaan, dan profesionalisme, saya yakin kita mampu melaksanakannya dengan baik,” pungkas AKBP Ade Candra.
Di akhir kegiatan, Polres Tanjab Timur juga menegaskan akan terus mengedepankan langkah preventif dan edukatif kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar.
Masyarakat diminta berperan aktif menjaga lingkungan serta segera melaporkan apabila menemukan titik api atau aktivitas pembakaran liar.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan serta bersama-sama menjaga lingkungan. Upaya pencegahan adalah kunci utama dalam menghindari dampak besar dari karhutla,” tutup Kapolres. (Red)






