Bayang-Bayang 16 GT: RDP DPRD Tanjab Timur Bongkar Simpang Siur Proyek Kapal Rp1,8 Miliar

Avatar

- Redaksi

Senin, 13 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Britajambi.id – Polemik pengadaan kapal bantuan nelayan di Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjab Timur) memasuki babak baru. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) pada Senin, 13 April 2026, guna mengurai simpul persoalan yang memicu sorotan publik: perubahan ukuran kapal dari 10 Gross Tonnage (GT) menjadi 16 GT.

Rapat yang berlangsung di Gedung DPRD itu dipimpin langsung oleh Ketua DPRD, Hj. Zilawati, SH, dengan menghadirkan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP), kontraktor pelaksana, konsultan perencanaan, serta unsur masyarakat dan media. Forum ini menjadi ruang klarifikasi sekaligus ajang uji transparansi terhadap proyek bernilai Rp1,8 miliar yang kini menuai kecurigaan.

Direktur PT Cahaya Anggun Segara, Bambang, menegaskan bahwa perbedaan angka GT bukanlah akibat perubahan desain kapal, melainkan perbedaan metode pengukuran oleh Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP). Ia menjelaskan bahwa GT dalam dunia pelayaran merujuk pada volume ruang tertutup, bukan berat kapal.

Menurut Bambang, penambahan sekat dan pintu pada area kabin yang awalnya dirancang terbuka dilakukan untuk mengamankan peralatan navigasi seperti GPS dan radio. Namun, perubahan itu berdampak pada perhitungan volume oleh KSOP, sehingga menghasilkan angka 16 GT saat pengukuran dilakukan.

“Secara teknis, kapal tetap sesuai dengan spesifikasi awal. Tidak ada perubahan desain,” tegasnya.

Ia juga membantah isu yang menyebut kapal tersebut sebagai kapal bekas. Proses pembangunan, kata Bambang, dilakukan dari nol dan diawasi oleh lembaga berwenang, termasuk Biro Klasifikasi Indonesia (BKI) dan Syahbandar. Bahkan, tim penerima disebut turun langsung ke lokasi galangan di Tanjung Pinang untuk memastikan kualitas kapal sebelum dikirim ke Lambur Luar.

Dari sisi perencanaan, Direktur PT Sarawani Visindo Teknik, Multi Supriyanto, turut menegaskan bahwa tidak ada perubahan spesifikasi selama proses pembangunan. Ia menyebut hasil akhir di lapangan telah sesuai dengan desain awal yang disusun pihaknya.
Namun, penjelasan tersebut belum sepenuhnya meredam keraguan publik.

Anggota DPRD, Muhammad Guntur, menyimpulkan bahwa polemik ini lebih disebabkan oleh perbedaan perspektif dalam memahami pengukuran GT. Meski demikian, ia tidak menampik bahwa persoalan ini perlu ditelusuri lebih dalam agar tidak menimbulkan persepsi negatif terhadap penggunaan anggaran daerah.

Desakan pun menguat dari berbagai elemen masyarakat agar dilakukan audit menyeluruh terhadap proyek ini. Transparansi dan akuntabilitas menjadi tuntutan utama, terutama dalam memastikan bahwa tidak terjadi pemborosan, apalagi kebocoran anggaran negara.

Follow WhatsApp Channel britajambi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Empat Tokoh Besar Politik Tanjab Timur Bertemu, Publik Berspekulasi: Sinyal Koalisi Baru Menuju 2030?
Wisuda Akbar Ponpes Al-Kautsar Berlangsung Khidmat, Kapolres Tanjab Timur Beri Apresiasi
Catatan Buruk Kepemimpinan Nurhidayah Kades Mendahara Tengah, Dinilai Lebih Mengutamakan Kepentingan Proyek daripada Kepentingan Masyarakat
Jembatan Dibongkar, Pemerintah Desa Bungkam: Publik Curiga Aset Desa “Dikorbankan” Demi Kepentingan Perusahaan
Terungkap! Ternyata Hal Ini yang Bikin Pelaku Tega Habisi Kakek AK di Desa Bunga Tanjung
Tebar Kepedulian di Hari Raya Idul Adha, PT SGAM Salurkan Hewan Kurban untuk Masjid dan Musholla di Parit Culum II
Pemuda Parit Culum 1 yang Tetap Membumi: Kisah Pengabdian Ferdi Hazrian
Demi Proyek CNG, Jembatan Negara di Mendahara Tengah Dirobohkan

Berita Terkait

Minggu, 14 Juni 2026 - 11:26 WIB

Empat Tokoh Besar Politik Tanjab Timur Bertemu, Publik Berspekulasi: Sinyal Koalisi Baru Menuju 2030?

Jumat, 5 Juni 2026 - 09:56 WIB

Wisuda Akbar Ponpes Al-Kautsar Berlangsung Khidmat, Kapolres Tanjab Timur Beri Apresiasi

Rabu, 3 Juni 2026 - 13:23 WIB

Jembatan Dibongkar, Pemerintah Desa Bungkam: Publik Curiga Aset Desa “Dikorbankan” Demi Kepentingan Perusahaan

Sabtu, 30 Mei 2026 - 21:09 WIB

Terungkap! Ternyata Hal Ini yang Bikin Pelaku Tega Habisi Kakek AK di Desa Bunga Tanjung

Selasa, 26 Mei 2026 - 13:53 WIB

Tebar Kepedulian di Hari Raya Idul Adha, PT SGAM Salurkan Hewan Kurban untuk Masjid dan Musholla di Parit Culum II

Berita Terbaru