Britajambi.id – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) Provinsi Jambi resmi dilantik dan dideklarasikan dalam sebuah seremoni khidmat yang sarat makna, Sabtu (14/2/2026).
Momentum ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan penanda dimulainya fase baru gerakan pewarta warga di Provinsi Jambi—fase yang menekankan integritas, keberanian moral, dan komitmen pada kepentingan publik.
Pelantikan tersebut dihadiri langsung oleh Ketua Umum DPN PPWI, Wilson Lalengke, unsur Forkopimda, perwakilan Polda Jambi dan Polresta Jambi, jajaran TNI di antaranya Kapten Infanteri Hariyadi mewakili Danrem 042/Gapu serta Letnan Satu Infanteri Imam Udin mewakili Dandim 0415/Jambi, unsur Kejaksaan Tinggi Jambi, tokoh masyarakat, serta insan pers dari berbagai media.
Kehadiran lintas unsur tersebut mencerminkan pengakuan atas pentingnya peran pewarta warga dalam ekosistem demokrasi daerah. Di tengah transformasi digital yang kian masif, arus informasi bergerak cepat—namun tidak selalu disertai akurasi dan tanggung jawab.
Dalam pidato perdananya sebagai Ketua DPD PPWI Provinsi Jambi, Abdul Mutholib, S.H. menegaskan bahwa pelantikan ini merupakan awal dari tanggung jawab besar yang diemban organisasi.
“Hari ini bukan sekadar seremoni. Ini adalah titik awal tanggung jawab moral dan intelektual. DPD PPWI Jambi hadir menjaga etika, mengawal kebenaran, dan berpihak pada kepentingan publik,” tegasnya.
Ia menyoroti tantangan serius berupa maraknya hoaks, disinformasi, dan manipulasi opini yang berpotensi merusak sendi-sendi kepercayaan publik. Dalam situasi tersebut, PPWI Jambi harus tampil sebagai penjaga marwah informasi.
“Pewarta warga harus cerdas, kritis, dan berani menyuarakan fakta tanpa tekanan, tanpa pesanan.”
Pernyataan tersebut menjadi garis tegas bahwa pewarta warga bukan sekadar penyampai informasi, tetapi bagian dari kontrol sosial yang konstruktif.
Abdul Mutholib juga menegaskan posisi PPWI Jambi sebagai mitra strategis pembangunan daerah, sekaligus mitra kritis dalam mengawal jalannya demokrasi. Organisasi ini, katanya, tidak ingin hanya menjadi pengamat pasif.
“Kami tidak ingin menjadi penonton sejarah. Kami ingin ikut menulis sejarah Jambi yang lebih adil, transparan, dan bermartabat.”
Pernyataan itu mengandung pesan kuat: pewarta warga memiliki tanggung jawab untuk memastikan kebijakan publik berjalan transparan, serta memastikan suara masyarakat tidak terpinggirkan.
Di akhir pidatonya, Abdul Mutholib menyampaikan komitmen organisasi secara lugas dan terbuka:
- Siap menjaga etika.
- Siap mengawal kebenaran.
- Siap mengabdi untuk kepentingan rakyat.
“PPWI Jambi besar dalam gagasan, kuat dalam integritas, dan abadi dalam pengabdian.”
Pernyataan tersebut disambut tepuk tangan hadirin, menjadi penegasan tekad kolektif untuk membangun organisasi yang tidak hanya aktif secara struktural, tetapi juga substantif dalam kerja-kerja jurnalistik warga.
Acara pelantikan diawali dengan pertunjukan seni budaya daerah sebagai simbol penghormatan terhadap nilai-nilai lokal. Nuansa kultural ini mempertegas bahwa gerakan pewarta warga harus berakar pada identitas daerah, sekaligus adaptif terhadap perkembangan zaman.
Sejumlah pejabat dan tokoh yang hadir menyampaikan apresiasi atas terbentuknya kepengurusan DPD PPWI Jambi. Harapan pun disematkan agar organisasi ini menjadi penguat literasi publik, ruang pembelajaran jurnalistik warga yang beretika, serta benteng terhadap informasi yang menyesatkan.
Dengan resmi dilantiknya kepengurusan baru, DPD PPWI Provinsi Jambi kini memasuki fase kerja nyata: membangun jaringan pewarta warga yang profesional, independen, dan berpihak pada kepentingan masyarakat luas. Tantangan ke depan tentu tidak ringan. Namun dengan komitmen integritas dan keberanian moral, PPWI Jambi diharapkan mampu menjadi mercusuar kebenaran di tengah gelombang informasi digital yang kian kompleks.(*)
Salam pers profesional.
Salam PPWI Jambi.






