Britajambi.id – Cuaca ekstrem dan fenomena banjir rob yang melanda pesisir Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi, mulai memakan korban material.
Sebuah rumah di Desa Kuala Simbur, Kecamatan Muara Sabak Timur, dilaporkan hanyut tersapu ombak setelah dihantam air pasang, Jumat (9/1/2026).
Bangunan kayu yang berdiri tepat di bibir pantai tersebut tak kuasa menahan terjangan gelombang.
Meski sempat terekam kamera warga saat detik-detik robohnya bangunan, dipastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.
Kepala Desa Kuala Simbur, Juhaifah mengonfirmasi insiden tersebut. Menurutnya, rumah yang hanyut itu memang sudah dalam kondisi memprihatinkan dan tidak lagi ditempati oleh pemiliknya.
“Iya, benar. Rumah dalam keadaan kosong, sudah tiga tahun tidak dihuni,” ujar Kades Kuala Simbur, Juhaifah.
Ia menjelaskan bahwa sebelum dikosongkan, rumah tersebut sempat menjadi tempat tinggal bagi tiga kepala keluarga. Namun, para penghuni telah bermigrasi ke wilayah lain sejak lama.
“Ada yang pindah ke Sabak, ada juga yang sudah ke Sulawesi,” tambahnya.
Kondisi fisik bangunan yang sudah lapuk dimakan usia, serta struktur kayu yang mulai berlubang disinyalir menjadi penyebab utama bangunan tersebut mudah ambruk saat dihantam tekanan air laut yang meningkat.
Fenomena banjir rob di wilayah Kuala Simbur dilaporkan telah terjadi dalam lima hari terakhir.
Berdasarkan pengamatan pemerintah desa, air laut mulai merangsek ke pemukiman warga pada pagi hari dan baru menyurut menjelang tengah hari.
“Sudah lima hari ini banjir rob. Biasanya pagi pasang, tengah hari surut, dan pukul 2 siang air mulai naik kembali,” tutur Juhaifah merinci siklus pasang surut di wilayah desanya.
Pihak desa pun telah mengeluarkan imbauan bagi warga yang bermukim di sepanjang garis pantai untuk meningkatkan kewaspadaan.
Mengingat cuaca yang belum menentu, risiko terjangan ombak susulan masih menghantui wilayah pesisir timur Jambi tersebut. (*)






