JAMBI – Program 100 juta setiap RT yang diusung pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Jambi, Maulana-Diza Aljosha Hazrin, dinilai sebagai langkah populis namun sangat realistis oleh pengamat komunikasi politik Jambi.
Menurut pengamat, program ini berpotensi memberikan dampak langsung bagi masyarakat dan sesuai dengan kebutuhan di tingkat akar rumput.
“Program 100 juta setiap RT yang dijanjikan Maulana-Diza adalah bentuk kebijakan populis yang sangat dibutuhkan masyarakat saat ini. Dalam konteks pembangunan di tingkat RT, program ini memberikan kesempatan bagi warga untuk berpartisipasi aktif dalam pembangunan lingkungan mereka,” ujar Dedi Saputra.
Lebih lanjut, Dedi menjelaskan bahwa program tersebut bukan sekadar janji kosong.
“Berdasarkan rekam jejak Maulana yang sudah teruji selama menjabat sebagai Wakil Walikota, program ini bisa diwujudkan dengan alokasi anggaran yang tepat dan pengawasan yang ketat. Artinya, program ini sangat realistis dan dapat terlaksana jika pengelolaan anggarannya dilakukan secara transparan dan akuntabel,” tambahnya.
Program 100 juta setiap RT dinilai akan membantu memberdayakan masyarakat di tingkat paling bawah, terutama dalam hal pembangunan infrastruktur, sarana dan prasarana, serta kegiatan sosial lainnya. Selain itu, program ini juga mampu meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pembangunan, memperkuat kohesi sosial, dan mempercepat pembangunan di lingkungan perkotaan.
Pasangan Maulana-Diza yang maju dengan dukungan berbagai partai besar di Pilwako Kota Jambi, menjadikan program ini sebagai salah satu andalan mereka untuk menarik simpati pemilih. Dukungan masyarakat yang besar terlihat dari berbagai respon positif yang diterima oleh pasangan ini selama kampanye.
Dengan visi yang jelas dan program yang dianggap dapat memberikan dampak langsung, pasangan Maulana-Diza dinilai semakin sulit untuk dikalahkan dalam pemilihan yang akan datang.






