Britajambi.id – Kelurahan Teluk Dawan yang terletak di bantaran sungai dikenal sebagai salah satu kelurahan tertua di Kecamatan Dendang (Marga Dendang) yang sekarang berganti nama menjadi Kecamatan Muara Sabak Barat karena pemekaran wilayah.
Keberadaannya yang menyatu dengan aliran sungai menjadikan wilayah ini saksi awal tumbuhnya peradaban dan aktivitas masyarakat sejak puluhan bahkan ratusan tahun lalu.
Sejarah mencatat, sungai Teluk Dawan memiliki peran penting sebagai jalur transportasi, sumber kehidupan, sekaligus pusat perekonomian warga pada masa lampau.
Tak heran jika permukiman awal berkembang mengikuti alur sungai, termasuk Kelurahan Teluk Dawan yang hingga kini masih mempertahankan karakter khas kawasan bantaran sungai.
Selain menyimpan nilai sejarah, kelurahan ini juga memiliki sejumlah peninggalan budaya dan tradisi lokal yang masih dijaga masyarakat. Cerita rakyat, hingga situs bersejarah menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas kelurahan tersebut.
Salah satu yang paling dikenal adalah keberadaan makam keramat yang dipercaya sebagai tempat peristirahatan tokoh penyebar agama dan pendiri awal wilayah tersebut.
Makam ini hingga kini sering dikunjungi peziarah dari dalam maupun luar daerah, terutama pada hari-hari tertentu dan momen keagamaan.
Warga setempat meyakini bahwa makam keramat tersebut memiliki nilai spiritual tinggi dan menjadi simbol awal perkembangan kehidupan sosial dan keagamaan di kelurahan tersebut.
Meski berada di kawasan rawan banjir, warga tetap bertahan dan beradaptasi dengan kondisi alam. Upaya penataan bantaran sungai dan pelestarian lingkungan terus di serukan oleh warga setempat demi menjaga keseimbangan antara kelestarian alam dan keberlangsungan hidup warga.
Dengan kekayaan sejarah dan kearifan lokal yang dimiliki, Kelurahan Teluk Dawan berpotensi dikembangkan sebagai kawasan wisata sejarah dan edukasi lingkungan.
Keberadaannya di bantaran sungai bukan hanya menjadi tantangan, tetapi juga kekuatan yang membentuk jati diri masyarakat sejak dahulu hingga sekarang.






