Britajambi.id – Pelayanan kesehatan di RSUD Nurdin Hamzah, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, menjadi sorotan setelah sebuah akun Facebook @Nur Salamah Ama menyampaikan keluhan terkait pengalaman pelayanan pasien pengguna Kartu Indonesia Sehat (KIS).
Dalam unggahannya, akun tersebut mengungkapkan kekecewaan terhadap pelayanan rumah sakit yang dinilai belum sepenuhnya memberikan rasa keadilan bagi seluruh pasien.
Ia mempertanyakan dugaan adanya perbedaan perlakuan antara pasien yang memiliki akses atau mengenal pihak tertentu dengan pasien yang tidak memiliki hubungan dengan orang dalam.
Keluhan tersebut disampaikan melalui media sosial dengan bahasa yang menggambarkan keresahan terhadap proses pelayanan, antrean, hingga keputusan pasien yang disebut diminta menjalani rawat jalan meskipun menurut pengunggah kondisinya memerlukan perawatan inap.
“Baru tau KLO beurusan mesti ngeluarkan jurus andalan,atau pakai orang dalam,KLO gak pelayanan pakai kartu KIS tidak di layani dengan baik,wlopun pasien mesti di rawat tp di suruh pulang SM dokter krna alasan gak emergency sakit nya sepeleh😌,” tulis akun tersebut dalam unggahannya.
Akun itu juga menyindir lamanya waktu antrean yang harus dihadapi pasien pengguna KIS. Ia mengingatkan pasien agar membawa bekal makanan dan minuman apabila harus menunggu hingga sore hari.
“Jgn lupo bawa makan,minum,jgn sampai kelaparan🥹,” tulisnya lagi.
Tak hanya menyampaikan keluhan, pengunggah turut meminta perhatian Bupati Tanjung Jabung Timur, Hj Dillah Hikmah Sari, agar pelayanan di RSUD Nurdin Hamzah dapat berjalan secara merata, transparan, dan tidak dipengaruhi kedekatan dengan pihak tertentu.
Permintaan tersebut mencerminkan harapan masyarakat agar setiap pasien memperoleh pelayanan sesuai standar, kebutuhan medis, serta ketentuan yang berlaku tanpa diskriminasi.
“Buat IBU BUPATI TANJUNG JABUNG TIMUR 🙏 TOLONG Pelayanan di rmh SAKIT NURDIN HAMZAH ni pelayanan nya merata,jgn krna ada dekengan baru di layani dengan baik,KLO gak ada dekengan malah di suruh pulang rawat jalan sementara kondisi pasien mesti di rawat😌,” sambungnya.
RSUD Nurdin Hamzah Berikan Tanggapan
Menanggapi keluhan tersebut, akun Facebook milik RSUD Nurdin Hamzah memberikan respons pada kolom komentar. Pihak rumah sakit menyampaikan apresiasi atas kritik dan masukan masyarakat sekaligus menjelaskan mekanisme pelayanan yang diterapkan.
“Perlu kami sampaikan bahwa pelayanan rawat jalan dilaksanakan sesuai alur pendaftaran dan ketentuan pelayanan yang berlaku, sedangkan pasien dengan kondisi gawat darurat ditangani berdasarkan prioritas medis,” demikian penjelasan akun Facebook @Rsud Nurdin Hamzah.
Pihak rumah sakit juga menegaskan komitmennya untuk memberikan pelayanan yang adil kepada seluruh pasien, tanpa membedakan latar belakang maupun ada atau tidaknya hubungan dengan pihak tertentu.
“RSUD Nurdin Hamzah berkomitmen memberikan pelayanan yang adil kepada seluruh pasien, tanpa membedakan latar belakang maupun ada atau tidaknya hubungan dengan pihak tertentu. Pelayanan bukan berdasarkan intervensi, melainkan sesuai prosedur dan kebutuhan medis,”
Akun @RSUD Nurdin Hamzah juga menyampaikan bahwa pelayanan diberikan berdasarkan prosedur dan kebutuhan medis, bukan karena intervensi pihak lain.
“Apabila terdapat pengalaman pelayanan yang dirasa kurang sesuai, kami terbuka untuk melakukan klarifikasi dan evaluasi melalui kanal pengaduan resmi RSUD NH di 0811-7879-0225.
(WA)
Terima kasih atas perhatian dan masukan masyarakat demi peningkatan mutu pelayanan kami.🙏,”
Meski telah mendapatkan tanggapan dari rumah sakit, akun Facebook @Nur Salamah Ama kembali menyampaikan komentar yang mempertegas keberatannya. Ia mengklaim bahwa orang tuanya baru dapat menjalani rawat inap setelah adanya komunikasi dengan pihak tertentu.
“ya tp setelah ada orang dalam nlp di rektur rmh sakit pasien baru langsung BS di rawat inap,berarti ada apa dengan pelayanan rmh sakit ni tolong di pantau lagi pelayanan nya di lapangan terutama yg pakai kartu KIS,ini yang saya alami bawa orang tua saya ke IGD ,di suruh pulang gak BS di rawat krna gak emergency,tp setelah tau saya keluarga nya si anu baru orang tua saya BS di rawat😌,” tulis akun @Nur Salamah Ama.
Publik kini menantikan tindak lanjut yang transparan agar keluhan tersebut tidak berhenti sebagai perdebatan di media sosial, melainkan menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Kabupaten Tanjab Timur.







