Catatan Buruk Kepemimpinan Nurhidayah Kades Mendahara Tengah, Dinilai Lebih Mengutamakan Kepentingan Proyek daripada Kepentingan Masyarakat

Avatar

- Redaksi

Jumat, 5 Juni 2026

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Britajambi.id – Polemik perobohan jembatan yang menjadi akses utama masyarakat Desa Mendahara Tengah terus memantik kritik dari berbagai kalangan. Keputusan yang memungkinkan hilangnya akses publik demi mendukung aktivitas proyek dinilai telah meninggalkan catatan serius dalam perjalanan kepemimpinan Kepala Desa Mendahara Tengah, Nurhidayah.

Publik menilai bahwa pemerintah desa seharusnya menjadi benteng pertama yang melindungi kepentingan masyarakat ketika sebuah proyek berpotensi menimbulkan dampak sosial yang luas. Namun dalam kasus ini, yang terlihat justru sebaliknya. Kepentingan masyarakat dianggap berada di posisi kedua, sementara kelancaran proyek menjadi prioritas yang lebih menonjol.

Pemerhati lingkungan dan kebijakan publik, Dedi Saputra yang mengikuti perkembangan polemik tersebut, menyebut peristiwa ini sebagai catatan buruk dalam tata kelola pemerintahan desa.

“Yang menjadi pertanyaan publik bukan sekadar soal proyeknya. Yang dipersoalkan adalah mengapa fasilitas publik yang digunakan masyarakat luas harus dikorbankan terlebih dahulu. Ketika masyarakat harus menanggung dampak berbulan-bulan, maka wajar jika muncul kritik terhadap pemerintah desa dan lembaga yang seharusnya mewakili suara warga,” ujarnya.

BACA JUGA :  170 Murid SMAN 8 Tanjab Timur Ikuti TKA dan ANBK, Kepala Sekolah Pastikan Hari Pertama Berjalan Lancar

Menurutnya, peran pemerintah desa dan BPD semestinya tidak hanya sebatas menyetujui atau mengetahui jalannya proyek, tetapi juga memastikan bahwa hak-hak masyarakat tetap terlindungi selama proses pembangunan berlangsung.

“Pemerintah desa dan BPD memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan kepentingan masyarakat menjadi prioritas. Ketika yang terlihat justru masyarakat yang harus beradaptasi dengan hilangnya akses publik, maka publik berhak mempertanyakan sejauh mana fungsi pengawasan dan representasi itu dijalankan,” katanya.

Di lapangan, warga masih merasakan dampak langsung dari hilangnya akses jembatan yang selama ini menjadi sarana utama mobilitas masyarakat. Aktivitas ekonomi, pendidikan, dan berbagai kebutuhan sehari-hari disebut ikut terdampak akibat kondisi tersebut.

BACA JUGA :  Santri ART Festival Al-Kautsar Meriah, Tanpa Pelatih Profesional Santri Unjuk Kreativitas dan Bakat Seni

Polemik ini semakin memperkuat persepsi di tengah masyarakat bahwa suara warga belum menjadi pertimbangan utama dalam proses pengambilan keputusan. Bahkan banyak pihak mempertanyakan mengapa keberatan dan kegelisahan warga tidak mampu menghentikan keputusan yang berdampak langsung terhadap kepentingan publik tersebut.

“Kasus ini akan menjadi catatan penting dalam sejarah pemerintahan desa. Bukan karena proyeknya, tetapi karena muncul kesan bahwa masyarakat harus menanggung beban paling besar dari keputusan yang diambil,” tambah pemerhati lingkungan, Dedi Saputra.

Hingga berita ini ditulis, berbagai pertanyaan publik mengenai dasar pertimbangan pembongkaran jembatan, mekanisme pengambilan keputusan, serta langkah-langkah perlindungan terhadap masyarakat terdampak masih menjadi perhatian warga.

Redaksi membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi Pemerintah Desa Mendahara Tengah untuk memberikan penjelasan kepada publik mengenai persoalan ini.

Follow WhatsApp Channel britajambi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Puluhan tahun Pipa SPAM Melintas, Warga Teluk Dawan Justru Belum Nikmati Air Bersih
Momentum HUT Tanjab Timur, Insan Pers Berharap Bupati Perhatikan Kesejahteraan Jurnalis Melalui Anggaran Publikasi
HUT ke-27 Tanjab Timur, Direktur CV Pertama Jaya Mandiri Izhar Safawi Ajak Perkuat Sinergi untuk Kemajuan Daerah
Santri Art Festival Al-Kautsar Dendang Digelar 24 Oktober 2026, Wadah Kreativitas dan Apresiasi Seni Santri
Subuh Keliling di Masjid Jami Ass’adah, Kapolda Jambi Ajak Masyarakat Jaga Kamtibmas
Demokrat Peduli Karhutla, 100 Paket Sembako Disalurkan ke Warga Grohol dan Tinjau Titik Kebakaran HLG Londerang
Langgar Al-Hikmah Teluk Dawan Gelar Maulid Nabi, KH Ubaidillah Amin Al Hafiz Hadir Beri Tausiyah
Penyegaran Organisasi, Kasat Reskrim Polres Tanjab Timur Resmi Berganti

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 17:04

Puluhan tahun Pipa SPAM Melintas, Warga Teluk Dawan Justru Belum Nikmati Air Bersih

Selasa, 20 Oktober 2026 - 21:05

Momentum HUT Tanjab Timur, Insan Pers Berharap Bupati Perhatikan Kesejahteraan Jurnalis Melalui Anggaran Publikasi

Selasa, 20 Oktober 2026 - 14:33

HUT ke-27 Tanjab Timur, Direktur CV Pertama Jaya Mandiri Izhar Safawi Ajak Perkuat Sinergi untuk Kemajuan Daerah

Senin, 19 Oktober 2026 - 14:50

Santri Art Festival Al-Kautsar Dendang Digelar 24 Oktober 2026, Wadah Kreativitas dan Apresiasi Seni Santri

Jumat, 16 Oktober 2026 - 10:51

Subuh Keliling di Masjid Jami Ass’adah, Kapolda Jambi Ajak Masyarakat Jaga Kamtibmas

Berita Terbaru